Skip to main content

PROFESI MENINGKATKAN TARAF HIDUP



Perlu Anda ketahui bahwa pekerjaan dan profesi memiliki makna yang berbeda. Pekerjaan merupakan suatu kegiatan atau aktivitas, bisa berupa bisnis yang dilakukan untuk menghasilkan uang (nafkah). Sedangkan profesi merupakan kegiatan atau aktivitas khusus, yang memerlukan keterampilan dan pengetahuan tertentu. Untuk lebih jelasnya, simak ulasannya berikut ini.

Apa Itu Pekerjaan?

Pekerjaan adalah suatu kegiatan yang tidak bergantung pada suatu keahlian, keterampilan, pengetahuan, kualifikasi, dan pelatihan khusus. Sehingga, tidak semua orang bertumpu pada satu profesi, melainkan setiap orang dimungkinkan untuk memiliki pekerjaan.

Dalam arti luas, pekerjaan merupakan aktivitas utama yang dilakukan oleh setiap manusia. Sedangkan pekerjaan dalam arti sempit merupakan suatu tugas atau pekerjaan yang bisa menghasilkan uang. Menurut orang awam, pekerjaan seringkali dianggap sebagai sinonim dengan profesi, padahal tidak demikian.

Ciri-Ciri Suatu Pekerjaan

  • Tidak mengandalkan keterampilan dan pengetahuan khusus.
  • Dilakukan hanya untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.
  • Umumnya, memiliki status yang rendah di kehidupan masyarakat.
  • Hanya menghasilkan sedikit uang.

Contoh Pekerjaan
  • Operator.
  • Penjaga warnet.
  • Tukang ketik di rental.
  • Dan lain-lain.

Operator merupakan seorang yang menjaga suatu channel. Operator berhak untuk melakukan banned atau kick kepada seseorang yang melanggar peraturan yang telah ditetapkan pada channel tersebut.
Apa Itu Profesi?

Profesi adalah suatu kegiatan yang sangat bergantung pada keterampilan, pengetahuan, kualifikasi, atau pelatihan tertentu. Seorang profesional menawarkan layanan dan jasa yang disediakannya dengan aturan dan protokol dalam bidang yang dikuasainya. Seorang profesional pun menerima gaji sebagai upah atas jasa atau layanan yang diberikannya.
Ciri-Ciri Profesi
Menguasai keterampilan, pengetahuan, atau keahlian khusus yang didapatnya dari pelatihan, pendidikan, dan pengalamannya selama bertahun-tahun.
Profesi memiliki status yang tinggi di kehidupan masyarakat.
Pada umumnya, akan menerima gaji/menghasilkan uang yang banyak.

Contoh Profesi

  • Programmer
  • IT Support
  • AutoCAD Drafter
  • Sales
  • IT HelpDesk
  • Web Developer
  • Web Designer
  • Web Chief Editor
  • Python Developer
  • Graphic Designer
  • Java Developer
  • Android Developer
  • Dan lain-lain

Pekerjaan dan profesi memang dua hal yang berbeda, sehingga keduanya tidak dapat dijadikan sinonim satu sama lain. Sekarang, Anda sudah tahu perbedaan beserta contoh-contoh pekerjaan dan profesi. Mudah untuk dibedakan bukan?


Profesi/Pekerjaan untuk Memperoleh Penghasilan

Pernahkahn Anda mengamati aktivitas sehari – hari orang dewasa? Mungkin Anda bisa mengamati bapak, ibu, paman, ataupun orang – orang dewasa yang ada di seitar Anda. Apabila Anda amati dalam kehidupan sehari – hari seorang dewasa (dalam suatu keluarga paling tidak kepala keluarganya), Anda akan menemukan bahwa ia menekuni suatu kegiatan yang bisa mendatangkan rejeki untuk menghidupi dirinya dan keluarganya. Anda akan mengamati ada orang yang bekerja pada orang lain, dengan pekerjaan yang ditekuninya ia mendapatkan gaji atau upah. Mereka disebut sebagai pekerja atau pegawai. Rejeki yang mereka peroleh berupa gaji, tunjangan, serta jaminan – jaminan tertentu seperti jaminan pensiun, jaminan kesehatan dll.

Ada orang yang memperoleh rejeki dengan cara bekerja secara mandiri. Mereka menjual jasa pada orang lain, dan atas dasar jasa yang dilakukannya ia mendapatkan rejeki. Pekerja mandiri bervariasi dari tukang tambal ban di pinggir jalan, pemilik toko kelontong, hingga dokter, atau pengacara yang buka praktek sendiri

Ada orang yang mencari rejeki dengan membuka suatu usaha dan ia menggaji orang – orang profesional untuk menjalankan usaha itu. Ia bisa disebut sebagai pemilik usaha atau pengusaha. Orang – orang seperti ini bisa saja tidak menjalankan sendiri usahanya. Orang – orang yang menjadi pegawainyalah yang menjalankan usahanya, dan ia mendapatkan rejeki dari keuntungan yang diperoleh perusahaannya.

Selain itu, Ada orang yang orang yang menjadi penanam modal. Ia menginvestasikan dana yang dimilikinya untuk menghasilkan uang yang lebih banyak lagi. Orang ini desebut dengan investor.

The Cash Flow Quadrant R.T. Kiyosaki

Robert T. Kiyosaki menggambarkan empat kelompok manusia dalam suatu gambar kuadran yang disebut sebagai CASHFLOW Quadrant sebagai berikut :



- E singkatan dari Employee (pekerja/ karyawan)

- S singkatan dari Self Employee (Pekerja Mandiri)

- B singkatan dari Bussiness Owner (Pengusaha)

- I singkatan dari Investor (Penanam Modal)



Coba perhatikan gambar di atas. Pada sisi kiri dari kuadran itu ada dua kelompok orang yaitu kelompok “E” (pegawai atau karyawan) dan kelompok “S” (kaum pekerja mandiri), sementara pada kuadran sebelah kanan juga ada dua kelompok orang yaitu kelompok”B” (pemilik usaha) dan kelompok “I” (investor)

Mungkin ada pertanyaan apakah seseorang mesti harus ada pada salah satu kelompok di antara 4 kelompok tersebut. Dalam kehidupan nyata ternyata bisa saja seseorang berada sekaligus pada lebih dari satu kelompok. Kita bisa mengambil contoh seorang, dokter. Bisa saja ia adalah dokter pemerintah (Pegawai/ “E”). Namun pada waktu bebasnya ia melakukan praktek dokter di rumah (Pekerja mandiri/”S” ). Bahkan ada juga dokter yang memiliki rumah sakit sendiri. Untuk mengoperasionalkan rumah sakit tentu saja ia tidak bisa bekerja sendiri. Ia akan menggaji dokter lain, perawat, dan beberapa tenaga kerja lain agar rumah sakit tersebut bisa berjalan dengan baik. Dengan memiliki rumah sakit sendiri yang mempekerjakan beberapa karyawan, maka ia bisa digolongkan sebagai usahawan ( “B”). Kita dapat mengambil kesimpulan bahwa dokter seperti itu berarti masuk dalam tiga kuadran sekaligus. Sebagai pegawai (“E”), pekerja mandiri (“S”) dan sebagai usahawan (“B”). Coba renungkan akan berada di kuadran manakah Anda besok saat menjadi orang dewasa. Apakah anda akan menjadi Karyawan atau Pegawai (“E”), Pekerja mandiri (Self Employer (“S”), pengusaha (“B”), ataukah sebagai Investor (“I”)

Pada kesempatan kali ini anda akan diajak mencermati kuadran kiri yang terdiri dari karyawan (“E”) dan Pekerja mandiri(“S”). Apa saja yang dapat dimasukkan dalam kelompok “E” dan yang lebih penting bagaimana caranya anda dapat memasukinya? Demikian juga pada kelompok “S”, pekerja apa saja yang dapat digolongkan sebagai pekerja mandiri, serta bagaimana anda dapat memasukinya?

Pekerjaan yang masuk dalam dua kelompok tersebut, yaitu “E” dan “S” ternyata sangat bervariasi. Ada pekerjaan yang tidak menuntut keahlian khusus, sehingga siapapun asal mau melakukan pekerjaan itu dan menekuninya ia bisa mendapatkan rejeki untuk hidupnya. Untuk menjadi karyawan cleaning service seseorang tidak membutuhkan syarat keahlian khusus tertentu. Artinya ia tidak harus lulus sekolah tertentu agar bisa masuk dalam bekerja menjadi pekerja cleaning service. Seorang tamatan SMP, SMA, SMK, atau bahkan hanya tamat SD sekalipun bisa saja diterima dalam pekerjaan ini, asal ia sedikit mau mempelajari tugas – tugasnya. Daftar pekerjaan di bawah ini bisa menggambarkan beberapa pekerjaan yang tidak membutuhkan keahlian khusus. Artinya siapapun dengan latar belakang apapun bisa masuk dalam pekerjaan itu. Ketrampilan dalam mengerjakan tugas akan diperoleh melalui pengalaman. Daftar pekerjaan yang tidak menuntut keahlian khusus :

Tukang tambal ban, Bakul bakso keliling, Loper koran, Pembuat bata, Tukang becak, Kuli bangunan, Mendirikan warung di rumah

Kedua, ada pekerjaan yang memerlukan keahlian tertentu, dimana keahlian ini bisa diperoleh melalui pelatihan – pelatihan. Pelatihan atau pendidikan yang diperlukan agar ia mendapatkan keahlian itu bisa dilaksanakan melalui pendidikan formal, bisa juga dilakukan melalui pendidikan non formal. Pekerjaan jenis ini bisa dimasuki oleh siapa saja dari latar belakang pendidikan apapun, asalkan ia mau belajar untuk memperoleh keahlian itu. Sebagai contoh apabila anda ingin menjadi montir elektronika, maka anda harus memiliki keahlian di bidang elektronika. Untuk mendapatkan keahlian di bidang elektronika anda bisa mengikuti pendidikan pelatihan elektronika. Pada beberapa kasus bahkan ada orang yang memiliki keahlian di bidang elektronika karena ia bertahun – tahun bekerja menjadi pembantu montir elektronika yang mengijinkan ia membantu sambil belajar tentang elektronika.

Di bawah ini beberapa contoh pekerjaan seperti itu. Daftar pekerjaan yang menuntut keahlian khusus, dan keahlian itu bisa diperoleh melalui pelatihan:

Montir mobil, Perias pengantin, Pekerja salon, Fotografer, Artis,

Pelukis, Sopir

Ketiga, ada pekerjaan yang membutuhkan keahlian khusus dan keahlian itu hanya diperoleh melalui pendidikan formal di sekolah dan karenanya seseorang yang ingin memasuki pekerjaan tersebut harus memiliki bekal ijazah pendidikan tertentu. Seseorang yang ingin menjadi hakim, haruslah lulusan dari perguruan tinggi fakultas hukum. Orang yang tidak memiliki ijasah sarjana hukum tidak dimungkinkan untuk menjadi hakim. Anda yang ingin jadi perancang bangunan, baik bekerja dalam suatu perusahaan atau bekerja mandiri haruslah memiliki pendidikan yang sesuai dari jurusan arsitektur. Daftar pekerjaan yang menuntut keahlian khusus dan keahlian itu didapatkan melalui pendidikan formal di sekolah :

Hakim, Perawat, Guru, Dokter, Pilot

Apakah suatu pekerjaan termasuk dalam kelompok “E” (karyawan) atau “S” (pekerja mandiri)? Ternyata penggolongan dalam kelompok “E” atau “S” bukanlah dilihat dari sudut pekerjaannya tapi dari sudut bagaimana ia mendapatkan rejeki dengan pekerjaannya itu. Kembali kita ambil contoh seorang dokter. Seorang dokter bisa disebut karyawan dan masuk golongan “E” apabila ia menjadi karyawan dalam sebuah instansi atau rumah sakit. Dari kerja yang dilakukannya itu ia mendapat gaji, tunjangan dan jaminan – jaminan tertentu dari instansi tempatnya bekerja. Namun ia adalah pekerja mandiri dan masuk golongan “S” apabila ia buka praktek sendiri. Dan ia mendapatkan rejeki berdasarkan layanan yang ia lakukan pada pasiennya. Makin banyak pasiennya maka makin banyak pula ia memperoleh rejeki. Contoh ini dapat diperlebar pada beberapa pekerjaan lainnya. Montir yang bekerja pada suatu bengkel bisa disebut pekerja. Tapi montir yang memiliki bengkel sendiri digolongkan sebagai pekerja mandiri.




Comments

Popular posts from this blog

PERENCANAAN KARIR SISWA SMK

Arti dan Pentingnya Perencanaan Karir Memperoleh karir atau pekerjaan yang layak dan sesuai harapan, merupakan salah satu aspek terpenting dalam kehidupan manusia yang sehat, di mana pun dan kapan pun mereka berada. Betapa orang akan merasa sangat susah dan gelisah jika tidak memiliki pekerjaan yang jelas, apalagi kalau sampai menjadi penganggur. Demikian pula banyak orang yang mengalami stres dan frustrasi dalam hidup ini karena masalah pekerjaan. Menggapai karir yang gemilang tidak didapatkan hanya dengan melewati proses semalam. Ia membutuhkan kerja keras, aktualisasi diri yang mendalam, dan kemauan untuk terus belajar. Seorang professional yang berhasil dalam karirnya adalah ia yang telah merintisnya sejak muda. Para praktisi SDM mengatakan, ”Orang yang berhasil pada umumnya akan melakukan analisa serta mengetahui apa yang menjadi tujuan karirnya, apa rencana serta tindakan yang diambil untuk mencapai karir yang diharapkan”. Pengertian Karir Pekerjaan tidak serta merta merupakan ...

PENYESUAIAN DIRI DI SMK

Penyesuaian diri adalah proses bagaimana individu mencapai keseimbangan diri daam memenuhi kebutuhan sesuai dengan lingkungannya. Respon penyesuaian, baik atau buruk secara sederhana dapat dipandang sebagai suatu upaya individu untuk mereduksi taua menjauhi ketegangan dan untuk memelihara kondisi-kondisi keseimbangan yang lebih wajar. Dalam proses penyesuaian itu dapat saja muncul konflik, tekanan, dan frustasi dan individu didorong meneliti berbagai kemungkinan perilaku untuk membebaskan diri dari ketegangan. Elemen-elemen umum dan esensial dalam semua situasi frustasi ialah: motivasi, frustasi, respon yang bervariasi, dan pemecahan untuk mereduksi masalah, ketegangan dengan beberapa bentuk respon. Motivasi mengambil variasi bentuk dan setiap bentuk dapat diarahkan kepada rintangan atau frustasi yang disebabkan oleh beberapa aspek realitas, misalnya: pembatasan orang tua, hambatan fisik, aturan social, dan semacamnya. Individu dikatakan berhasil dalam melakukan penyesuaina diri apabi...