Skip to main content

PERAN KECERDASAN DALAM BELAJAR

 Keberhasilan dalam belajar juga ditentukan oleh IQ, EQ, AQ, CQ, dan SQ. Berikut ini adalah penjelasannya.


IQ (Intellegence Quotient)

Kecerdasan intelektual adalah syarat minimum kompetensi. Intelegensi diartikan sebagai keseluruhan individu untuk berpikir dan bertindak secara terarah, serta mengolah dan menguasai lingkungan secara efektif (Marhten Pali, 1993). Konsep intelegensi yang pertama kali di rintis oleh Alfred Bined 1964, mempercayai bahwa kecerdasan itu bersifat tunggal dan dapat diukur dalam satuan angka yaitu intelegence Quotient (IQ).

Ini berdasarklan penelitian terbaru telah terungkap adanya multiple intelligence (kecerdasan majemuk). Gardner, 1994 menemukan dalam setiap anak tersimpan 8 kecerdasan yang siap berkembang, yaitu:
  1. Kecerdasan Linguistik (word smart = cerdas berbahasa)
  2. Kecerdasan Matematik-logis (number smart = cerdas angka)
  3. Kecerdasan Spasial (Cerdas gambar)
  4. Kecerdasan Kinestetik-Jasmani (body smart = cerdas tubuh)
  5. Kecerdasan Musikal (Cerdas music = nada suara)
  6. Kecerdasan Interpersonal (Self smart = cerdas diri)
  7. kecerdasan Intrapersonal (people smart = cerdas bergaul)
  8. Kecerdasan Naturalis (cerdas alam).
Yang menggembirakan dari paradigma baru tentang intelligence adalah pandangan bahwa TIDAK ADA MURID YANG BODOH ! Setiap anak punya kecerdasan yang menonjol satu atau dua jenis dan siap untuk berprestasi.


EQ (Emotion Qoutient)

Penelitan mutakhir menjelaskan bahwa kecerdasan intelektual belumlah cukup. IQ menyumbangkan 20% dari keberhasilan. Yang lebih banyak perannya dalam keberhasilan seseorang adalah kecerdasan emosional (80%). Apakah kecerdasan emosional itu? Kecerdasan emosional adalah kemampuan untuk mengenali perasaan sendiri dan perasaan orang lain, kemampuan memotivasi diri sendiri, kemampuan mengelola emosi dengan baik dan dalam berhubungan dengan orang lain.

Jelaslah EQ sangat besar peranannya untuk memilih segala kesuksesan termasuk sukses di bangku sekolah. Daniel Goldman mengembangkan EQ menjadi 5 kategori dengan point-point yakni:
  1. Kesadaran diri: kesadaran emosi diri menilai peribadi dan percaya diri
  2. Pengaturan diri: pengendalian diri, sikap dapat dipercaya, waspada, adaptif dan inovatif
  3. Motivasi: Dorongan berprestasi, komitmen, inisiatif dan optimism
  4. Empati: memahami orang lain, pelayanan, membantu pengembangan orang lain, menyikapi perbedaan dan kesadaran politis
  5. Keterampilan social: pengaruh persuasi keterampilan berkomunikasi, kepemimpinan, katalisator dan perubahannya, manajemen konflik, keakraban, kerjasama dan kerja tim.

AQ (Adversity Quotient)

Mengapa banyak orang yang jelas-jelas cerdas/berbakat tetapi gagal membuktikan potensi dirinya ? Berapa banyak siswa yang memiliki IQ tinggi tetapi gagal dalam meraih prestasi belajar ? Sebaliknya tidak sedikit orang yang memiliki IQ tidak tinggi tetapi justru lebih unggul dalam  presatis belajar. Pada umumnya ketika dihadapkan pada kesulitasn dan tantangan hidup kebanyakan manusia menjadi loyo dan tidak berdaya. Mereka berhenti berusaha sebelum dan kemampuannya benar-benar teruji. Banyak orang yang gampang menyerah sebelum berperang. Mereka inilah yang dimaksudkan dengan rendah Adversity Qoutientnya.

Adversity Qoetient adalah kemampuan / kecerdasan seseorang untuk dapat bertahan menghadapi kesulitan-kesulitan dan mampu mengatasi tantangan hidup. Paul G Stoltz adalah, penemu teori AQ ini berdasarkan penelitiannya ada tingkatan AQ pada masyarakat manusia ini, yakni:

1. Tingkat Quitters (orang-orang yang berhenti)
Quitters adalah orang yang paling lemah AQnya. Ketika menghadapi berbagai kesulitan hidup, mereka berhenti dan langsung menyerah mereka memilih untuk tidak mendaki, mereka kelua, mundur dan menghindar dari kewajiban/tugas-tugas hidup. Mereka tidak memanfaatkan peluang, potensi dan kesemapatan dalam hidup.

Contoh : seorang individu yang tidak berkutik hanya mengeluh ketika ditimpa kondisi buruk, mislanya penderitaan, kemiskinan dan kebodohan dan lain-lainnya.

2. Tingkat Campers (Orang yang berkemah)
Campers adalah AQ tingkat sedang. Awalnya mereka giat medaki, berjuang menyelesaikan tantangan kehidupan. Namun ditengah perjalan mereka berhenti juga. Mereka telah jenuh dan bosan, merasa sudah cukup, mengakhiri pendakian dengan mencari tempat yang data dan nyaman.

Contohnya: seorang yang mengira bahwa sukses itu dalah yang pentidk sudah naik kelas/lulus, meskipun pas-pasan saja. Sudah punya harta/jabatan baru sudah cukup sukses di dunia sudah cukup!

3. Tingkat Climbars (Orang yang Mendaki)
Climbers adalah pendaki sejati. Oang yang seumur hidup mencurahkan diri kepada pendakian hidup. Mereka paham dan sadar bahwa sukses itu bukan hanya dimensi fisik material, tetapi seluruh dimensi fisik, moral, sosial, spiritual dan seterusnya.

 Mereka adalah orang yang selalu mencari hakikat hidup, hakikat manusia yang diciptakan sebagai makhluk yang paling sempurna dan akan kembali kepada Sang maha Pencipta. Mendaki hidup abadi, yang jauh lebih panjang.


CQ (Creativity Quotient)

Creativity/ Kreativitas adalah potensi seseorang untuk memunculkan sesuatu  yang merupakan penemuan-penemuan baru dalam bidang ilmu dan teknologi serta semua bidang dalam usaha lainnya
GUIL FORD mendiskripsikan 5 ciri kreativitas:
  1. Kelancaran/ Kefasihan: Kemampuan memproduksi banyak ide
  2. Keluwesan: Kemampuan untuk mengajukan bermacam-macam pendekatan jalan pemecahan masalah.
  3. Keaslian: Kemampuan untuk melahirkan gagasan yang orisinal sebagai hasil pemikiran sendiri
  4. Penguraian: Kemampuan menguraikan sesuatu secara terperinci
  5. Perumusan Kembali: Kemampuan untuk mengkaji kembali suatu persoalan melalui cara yang berbeda dengan yang sudah lazim.


Beberapa Cara Memunculkan Gagasan Kreatifitas
  1. Kuantitas Gagasan: Gagasan pertama sebagai cara untuk mendapatkan gagasan yang lebi baik. Pemilihan dari bernagai gagasan
  2. Brainstorming: Untuk menambah gagasan yang telah ada, untuk mendapat gagasan yang orisinil
  3. Sinektik: Membuat yang asing menjadi akrab menggunakan analogi dan metafora
  4. Memfokuskan Tujuan: Membuat seolah-olah apa yang diinginkan akan terjadi besok.


SQ (Spritual Qoutient)

Hasil penelitian di ratusan perusahaan dan kalangan eksekutif bisnis menunjukkan bahwa spirit itu sungguh penting. Spirit menjadi salah satu faktor penentu sukses salah satu contoh spirit mereka adalah keyakinan bahwa bisnis itu bermakna besar bagi diri, keluarga dan masa depan umat manusia. Sebaliknya keringnya spirit akan meruntuhkan seseorang atau perusahaan.


Pengertian Kecerdasan Spiritual (SQ)
Spiritual adalah initi dari pusat diri sendiri. Kecerdasan spiritual adalah sumber yang mengilhami, melambangkan semangat dan mengikat diri seseorang kepada nilai-nilai kebenaran tanpa bata waktu (Agus Nggermanto, 2010). M. Zuhri menambahkan, bahwa SQ merupakan kecerdasan yang digunakan untuk berhubungan dengan Tuhan Yang Maha Esa.


Ciri-ciri SQ Tinggi
Menurut Dimitri Mahayana (Agus Nggermanto, 2001), cirri-ciri orang yang ber-SQ tinggi adalah :
1. Memiliki prinsip dan visin yang kuat
2. Mampu melihat kesatuan dalam keanekaragaman
3. Mampu memaknai setiap sisi kehidupan
4. Mampu mengelola dan bertahan dalam kesulitan dan penderitaan.



Cara Melatih IQ, EQ, AQ, SC dan SQ

Melatih IQ, EQ, AQ, CQ dan SQ sekaligus, sangat menajamkan indera kita dalam menangkap materi pelajaran, menajamkan pikiran dalam memahami intisari dari setiap pokok bahasan serta memberikan dorongan kepada akal untuk menghindarkan diri dari gangguan nafsu. Akhirnya konsentrasi kita akan lebih khusuk dan daya tangkap kita akan lebih cemerlang. Memori-memori yang disimpan dalam brankas otak menjadi aman, tidak rusak dan tidak hilang, serta dapat digunakan pada waktunya sesuai kebutuhan.

Comments

  1. This comment has been removed by the author.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Aprilia Husnul Khotimah Wahyuningsih
      XII-3

      Penelitan mutakhir menjelaskan bahwa kecerdasan intelektual belumlah cukup. IQ menyumbangkan 20% dari keberhasilan. Yang lebih banyak perannya dalam keberhasilan seseorang adalah kecerdasan emosional (80%). Apakah kecerdasan emosional itu? Kecerdasan emosional adalah kemampuan untuk mengenali perasaan sendiri dan perasaan orang lain, kemampuan memotivasi diri sendiri, kemampuan mengelola emosi dengan baik dan dalam berhubungan dengan orang lain.

      Delete
    2. Zia nur falah
      XII-1

      ( IQ )Kecerdasan intelektual adalah syarat minimum kompetensi. Konsep intelegensi yang pertama kali di rintis oleh Alfred Bined 1964, mempercayai bahwa kecerdasan itu bersifat tunggal dan dapat diukur dalam satuan angka yaitu intelegence Quotient . (EQ)Yang lebih banyak perannya dalam keberhasilan seseorang adalah kecerdasan emosional (80%). IQ hanya menyumbangkan 20% saja dalam keberhasilan, (AQ) Adversity Qoetient adalah kemampuan / kecerdasan seseorang untuk dapat bertahan menghadapi kesulitan-kesulitan dan mampu mengatasi tantangan hidup. (CQ)Creativity/ Kreativitas adalah potensi seseorang untuk memunculkan sesuatu yang merupakan penemuan-penemuan baru . (SQ)Spirit menjadi salah satu faktor penentu sukses salah satu contoh spirit mereka adalah keyakinan bahwa bisnis itu bermakna besar bagi diri, keluarga dan masa depan umat manusia. Spiritual adalah initi dari pusat diri sendiri.

      Cara melatih itu semua dengan cara :
      Melatih IQ, EQ, AQ, CQ dan SQ sekaligus,
      1. sangat menajamkan indera kita dalam menangkap materi pelajaran,
      2. menajamkan pikiran dalam memahami intisari dari setiap pokok bahasan serta
      3. memberikan dorongan kepada akal untuk menghindarkan diri dari gangguan nafsu.



      Delete
  2. Khanza Nabila
    XII-3

    Dari materi di atas dapat di jelas kan dari IQ, EQ, AQ, CQ, dan SQ

    IQ adalah Intelligent Quotient atau kecerdasan intelektual. IQ memberikan kecerdasan dalam berpikir dan bertindak secara logis. Peran penting yang dihasilkan oleh IQ meliputi kemampuan manusia berhitung, berimajinasi, beranalogi, dan berinovasi.
    EQ adalah Emotional Quotient atau diartikan sebagai kecerdasan emosional.
    Spiritual Quotient atau kecerdasan spiritual adalah kecerdasan untuk menilai bahwa tindakan atau jalan hidup seseorang lebih bermakna dibandingkan dengan yang lain. a SQ merupakan inti dari semua kecerdasan. Dengan memiliki kemampuan SQ yang baik, manusia dapat mencapai kebahagiaan hakikinya

    ReplyDelete
  3. This comment has been removed by the author.

    ReplyDelete
  4. This comment has been removed by the author.

    ReplyDelete
  5. Riris Salwa Azzahra
    XII-3

    Kecerdasan intelektual adalah syarat minimum kompetensi. Intelegensi diartikan sebagai keseluruhan individu untuk berpikir dan bertindak secara terarah, serta mengolah dan menguasai lingkungan secara efektif (Marhten Pali, 1993). Konsep intelegensi yang pertama kali di rintis oleh Alfred Bined 1964, mempercayai bahwa kecerdasan itu bersifat tunggal dan dapat diukur dalam satuan angka yaitu intelegence Quotient (IQ).

    Melatih IQ, EQ, AQ, CQ dan SQ sekaligus, sangat menajamkan indera kita dalam menangkap materi pelajaran, menajamkan pikiran dalam memahami intisari dari setiap pokok bahasan serta memberikan dorongan kepada akal untuk menghindarkan diri dari gangguan nafsu. Akhirnya konsentrasi kita akan lebih khusuk dan daya tangkap kita akan lebih cemerlang. Memori-memori yang disimpan dalam brankas otak menjadi aman, tidak rusak dan tidak hilang, serta dapat digunakan pada waktunya sesuai kebutuhan.

    ReplyDelete
  6. akbar sayid abidin
    XII.3

    Kecerdasan intelektual adalah syarat minimum kompetensi. Intelegensi diartikan sebagai keseluruhan individu untuk berpikir dan bertindak secara terarah, serta mengolah dan menguasai lingkungan secara efektif

    ReplyDelete
  7. Fakhri Arya Ramadhan
    XII-3
    Spiritual adalah inti dari pusat diri sendiri. Kecerdasan spiritual adalah sumber yang mengilhami, melambangkan semangat dan mengikat diri seseorang kepada nilai-nilai kebenaran tanpa bata waktu (Agus Nggermanto, 2010). M. Zuhri menambahkan, bahwa SQ merupakan kecerdasan yang digunakan untuk berhubungan dengan Tuhan Yang Maha Esa.

    ReplyDelete
  8. salsabilla febriana
    XII-3

    Kecerdasan intelektual adalah syarat minimum kompetensi. Intelegensi diartikan sebagai keseluruhan individu untuk berpikir dan bertindak secara terarah, serta mengolah dan menguasai lingkungan secara efektif (Marhten Pali, 1993). Konsep intelegensi yang pertama kali di rintis oleh Alfred Bined 1964, mempercayai bahwa kecerdasan itu bersifat tunggal dan dapat diukur dalam satuan angka yaitu intelegence Quotient (IQ).
    Spiritual adalah initi dari pusat diri sendiri. Kecerdasan spiritual adalah sumber yang mengilhami, melambangkan semangat dan mengikat diri seseorang kepada nilai-nilai kebenaran tanpa bata waktu (Agus Nggermanto, 2010). M. Zuhri menambahkan, bahwa SQ merupakan kecerdasan yang digunakan untuk berhubungan dengan Tuhan Yang Maha Esa.
    Melatih IQ, EQ, AQ, CQ dan SQ sekaligus, sangat menajamkan indera kita dalam menangkap materi pelajaran, menajamkan pikiran dalam memahami intisari dari setiap pokok bahasan serta memberikan dorongan kepada akal untuk menghindarkan diri dari gangguan nafsu.

    ReplyDelete
  9. Yasin Kamil XII. 3
    IQ merupakan kecerdasan yang siap berkembang, EQ merupakan kecerdasan emosional untuk mengenali perasaan sendiri atau orang lain, AQ untuk kecerdasan seseorang untuk dapat bertahan menghadapi kesulitan-kesulitan dan mampu mengatasi tantangan hidup, CQ merupakan potensi seseorang untuk memunculkan sesuatu yang merupakan penemuan-penemuan baru, SQ sumber yang mengilhami, melambangkan semangat dan mengikat diri seseorang kepada nilai-nilai kebenaran tanpa bata waktu,

    ReplyDelete
  10. Bimo Sammy Prakoso XII-3
    Penelitan mutakhir menjelaskan bahwa kecerdasan intelektual belumlah cukup. IQ menyumbangkan 20% dari keberhasilan. Yang lebih banyak perannya dalam keberhasilan seseorang adalah kecerdasan emosional (80%). Apakah kecerdasan emosional itu? Kecerdasan emosional adalah kemampuan untuk mengenali perasaan sendiri dan perasaan orang lain, kemampuan memotivasi diri sendiri, kemampuan mengelola emosi dengan baik dan dalam berhubungan dengan orang lain.

    ReplyDelete

  11. Dela Sapitri XII-3

    INTI DARI MATERI DI ATAS ADALAH

    IQ merupakan keseluruhan kemampuan individu untuk berfikir dan bertindak secara logis terarah, serta mengolah dan menguasai lingkungan secara efektif. Emotional Quotient EQ) mempunyai peranan penting dalam meraih kesuksesan pribadi dan professional. EQ dianggap sebagai persyaratan bagi kesuksesan pribadi. Kecerdasan spiritual (SQ) adalah sumber yang mengilhami, menyemangati dan mengikat diri seseorang kepada nilai-nilai kebenaran tanpa batas waktu.
    AQ adalah kemampuan / kecerdasan seseorang untuk dapat bertahan menghadapi kesulitan-kesulitan dan mampu mengatasi tantangan hidup.

    ReplyDelete
  12. Adinda Nurul Hikmah
    XII.3
    Hadir

    IQ adalah Intelligent Quotient atau kecerdasan intelektual. IQ memberikan kecerdasan dalam berpikir dan bertindak secara logis. Peran penting yang dihasilkan oleh IQ meliputi kemampuan manusia berhitung, berimajinasi, beranalogi, dan berinovasi.
    EQ adalah Emotional Quotient atau diartikan sebagai kecerdasan emosional.
    Spiritual Quotient atau kecerdasan spiritual adalah kecerdasan untuk menilai bahwa tindakan atau jalan hidup seseorang lebih bermakna dibandingkan dengan yang lain. a SQ merupakan inti dari semua kecerdasan. Dengan memiliki kemampuan SQ yang baik, manusia dapat mencapai kebahagiaan hakikinya

    ReplyDelete
  13. Muhamad Abil Arafli XII-3
    Kecerdasan intelektual adalah syarat minimum kompetensi. Intelegensi diartikan sebagai keseluruhan individu untuk berpikir dan bertindak secara terarah, serta mengolah dan menguasai lingkungan secara efektif

    ReplyDelete
  14. Aditya Nurussobahul Khoir
    XII-3

    Setelah mempelajari materi tesebut saya menegtahui hal baru tentang IQ, EQ, AQ, CQ, SQ.

    IQ Adalah keseluruhan individu untuk berpikir dan bertindak secara terarah, serta mengolah dan menguasai lingkungan secara efektif.

    EQ yaitu Kecerdasan emosional, kemampuan untuk mengenali perasaan sendiri dan perasaan orang lain, kemampuan memotivasi diri sendiri, kemampuan mengelola emosi dengan baik dan dalam berhubungan dengan orang lain.

    AQ kemampuan / kecerdasan seseorang untuk dapat bertahan menghadapi kesulitan-kesulitan dan mampu mengatasi tantangan hidup.

    CQ yaitu Creativity/ Kreativitas, potensi seseorang untuk memunculkan sesuatu yang merupakan penemuan-penemuan baru dalam bidang ilmu dan teknologi serta semua bidang dalam usaha lainnya.

    SQ yaitu Kecerdasan spiritual adalah sumber yang mengilhami, melambangkan semangat dan mengikat diri seseorang kepada nilai-nilai kebenaran tanpa batas waktu, bahwa SQ merupakan kecerdasan yang digunakan untuk berhubungan dengan Tuhan Yang Maha Esa.



    ReplyDelete
  15. Kamila Hasanah
    XII-3

    Keberhasilan dalam belajar juga ditentukan oleh IQ, EQ, AQ, CQ, dan SQ.
    IQ (Intellegence Quotient) Intelegensi diartikan sebagai keseluruhan individu untuk berpikir dan bertindak secara terarah. EQ (Emotion Qoutient) kemampuan untuk mengenali perasaan sendiri, AQ (Adversity Quotient), kemampuan / kecerdasan seseorang untuk dapat bertahan menghadapi kesulitan-kesulitan dan mampu mengatasi tantangan hidup. CQ (Creativity Quotient), adalah potensi seseorang untuk memunculkan sesuatu penemuan-penemuan baru dalam bidang ilmu dan teknologi lainnya. SQ (Spritual Qoutient), Kecerdasan spiritual adalah sumber yang mengilhami, melambangkan semangat dan mengikat diri seseorang kepada nilai-nilai kebenaran tanpa bata waktu (Agus Nggermanto, 2010). Melatih IQ, EQ, AQ, CQ dan SQ sekaligus, sangat menajamkan indera kita dalam menangkap materi pelajaran, menajamkan pikiran dalam memahami intisari dari setiap pokok bahasan serta memberikan dorongan kepada akal untuk menghindarkan diri dari gangguan nafsu.

    ReplyDelete
  16. Diva Sania Putri
    XII-3

    Ada IQ, EQ, AQ, CQ, SQ.

    IQ (Intelligence Quotient) adalah syarat minimum kompetensi. Intelegensi diartikan sebagai keseluruhan individu untuk berpikir dan bertindak secara terarah, serta mengolah dan menguasai lingkungan secara efektif.


    EQ (Emotional Quotient) adalah kemampuan untuk mengenali perasaan sendiri dan perasaan orang lain, kemampuan memotivasi diri sendiri, kemampuan mengelola emosi dengan baik dan dalam berhubungan dengan orang lain.

    AQ (Adversity Quotient) adalah kemampuan / kecerdasan seseorang untuk dapat bertahan menghadapi kesulitan-kesulitan dan mampu mengatasi tantangan hidup.

    CQ (Creativity Quotient) adalah potensi seseorang untuk memunculkan sesuatu yang merupakan penemuan-penemuan baru dalam bidang ilmu dan teknologi serta semua bidang dalam usaha lainnya

    SQ (Spiritual Quotient) Spiritual adalah initi dari pusat diri sendiri. Kecerdasan spiritual adalah sumber yang mengilhami, melambangkan semangat dan mengikat diri seseorang kepada nilai-nilai kebenaran tanpa bata waktu (Agus Nggermanto, 2010). M. Zuhri menambahkan, bahwa SQ merupakan kecerdasan yang digunakan untuk berhubungan dengan Tuhan Yang Maha Esa.

    ReplyDelete
  17. Andhea Revalina
    XII-3

    Resume materi diatas adalah:
    Keberhasilan dalam belajar ditentukan oleh IQ, EQ, AQ, CQ, dan SQ. Yang berarti IQ atau kecerdasan intelektual adalah syarat minimum kompetensi dan diartikan sebagai keseluruhan individu untuk berpikir dan bertindak secara terarah. Penelitian menjelaskan bahwa kecerdasan intelektual belumlah cukup, dalam keberhasilan seseorang kecerdasaan emosional lebih banyak mengambil peranan. Seseorang juga harus memiliki Adversity Qoetient yang berarti kemampuan atau kecerdasan seseorang untuk dapat bertahan menghadapi kesulitan-kesulitan dan mampu mengatasi tantangan hidup.

    Kita juga membutuhkan CQ atau Creativity Quotient yang merupakan potensi seseorang untuk memunculkan sesuatu yang merupakan penemuan-penemuan baru. Menurut penelitian Spirit juga sangat penting karena spirit menjadi salah satu faktor penentu suskes, salah satu contohnya adalah keyakinan

    ReplyDelete
  18. Fauzi azmi wahid
    XII - 3

    IQ adalah Intelligent Quotient atau kecerdasan intelektual. IQ memberikan kecerdasan dalam berpikir dan bertindak secara logis. Peran penting yang dihasilkan oleh IQ meliputi kemampuan manusia berhitung, berimajinasi, beranalogi, dan berinovasi.

    AQ adalah kemampuan / kecerdasan seseorang untuk dapat bertahan menghadapi kesulitan-kesulitan dan mampu mengatasi tantangan hidup.

    Melatih IQ, EQ, AQ, CQ dan SQ sekaligus, sangat menajamkan indera kita dalam menangkap materi pelajaran, menajamkan pikiran dalam memahami intisari dari setiap pokok bahasan serta memberikan dorongan kepada akal untuk menghindarkan diri dari gangguan nafsu. Akhirnya konsentrasi kita akan lebih khusuk dan daya tangkap kita akan lebih cemerlang.

    ReplyDelete
  19. Nabila khoirunisa XII-3

    Kecerdasan intelektual adalah syarat minimum kompetensi. Intelegensi diartikan sebagai keseluruhan individu untuk berpikir dan bertindak secara terarah, serta mengolah dan menguasai lingkungan secara efektif (Marhten Pali, 1993). Konsep intelegensi yang pertama kali di rintis oleh Alfred Bined 1964, mempercayai bahwa kecerdasan itu bersifat tunggal dan dapat diukur dalam satuan angka yaitu intelegence Quotient (IQ).
    Spiritual adalah initi dari pusat diri sendiri. Kecerdasan spiritual adalah sumber yang mengilhami, melambangkan semangat dan mengikat diri seseorang kepada nilai-nilai kebenaran tanpa bata waktu (Agus Nggermanto, 2010).
    M. Zuhri menambahkan, bahwa SQ merupakan kecerdasan yang digunakan untuk berhubungan dengan Tuhan Yang Maha Esa.


    Melatih IQ, EQ, AQ, CQ dan SQ sekaligus, sangat menajamkan indera kita dalam menangkap materi pelajaran, menajamkan pikiran dalam memahami intisari dari setiap pokok bahasan serta memberikan dorongan kepada akal untuk menghindarkan diri dari gangguan nafsu.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Riska Fitria XII-1
      Kecerdasan intelektual adalah syarat minimum kompetensi. Intelegensi diartikan sebagai keseluruhan individu untuk berpikir dan bertindak secara terarah, serta mengolah dan menguasai lingkungan secara efektif .
      Melatih IQ, EQ, AQ, CQ dan SQ sekaligus, sangat menajamkan indera kita dalam menangkap materi pelajaran, menajamkan pikiran dalam memahami intisari dari setiap pokok bahasan serta memberikan dorongan kepada akal untuk menghindarkan diri dari gangguan nafsu

      Delete
  20. Bella Sintya
    XII-1

    Keberhasilan dalam belajar ditentukan oleh IQ, EQ, AQ, CQ, dan SQ.

    IQ adalah keseluruhan individu untuk berpikir dan bertindak secara terarah, serta mengolah dan menguasai lingkungan secara efektif

    EQ adalah kemampuan untuk mengenali perasaan sendiri dan perasaan orang lain, kemampuan memotivasi diri sendiri, kemampuan mengelola emosi dengan baik dan dalam berhubungan dengan orang lain.

    AQ adalah kemampuan / kecerdasan seseorang untuk dapat bertahan menghadapi kesulitan-kesulitan dan mampu mengatasi tantangan hidup

    CQ adalah potensi seseorang untuk memunculkan sesuatu yang merupakan penemuan-penemuan baru dalam bidang ilmu dan teknologi

    SQ merupakan kecerdasan yang digunakan untuk berhubungan dengan Tuhan Yang Maha Esa.

    ReplyDelete
  21. Nama : Muhammad Irfan Fadzilah
    Kelas : XII-3

    IQ (Intellegence Quotient)
    Kecerdasan intelektual adalah syarat minimum kompetensi. Intelegensi diartikan sebagai keseluruhan individu untuk berpikir dan bertindak secara terarah, serta mengolah dan
    menguasai lingkungan secara efektif (Marhten Pali, 1993).

    EQ (Emotion Qoutient)
    Emotion Qoutient adalah kemampuan untuk mengenali perasaan sendiri dan perasaan orang lain, kemampuan memotivasi diri sendiri, kemampuan mengelola emosi dengan baik dan dalam berhubungan dengan orang lain.

    AQ (Adversity Quotient)
    Adversity Qoetient adalah kemampuan / kecerdasan seseorang untuk dapat bertahan menghadapi kesulitan-kesulitan dan mampu mengatasi tantangan hidup.

    CQ (Creativity Quotient)
    Creativity/ Kreativitas adalah potensi seseorang untuk memunculkan sesuatu yang merupakan penemuan-penemuan baru dalam bidang ilmu dan teknologi serta semua bidang dalam usaha lainnya

    SQ (Spritual Qoutient)
    Spiritual adalah initi dari pusat diri sendiri. Kecerdasan spiritual adalah sumber yang mengilhami, melambangkan semangat dan mengikat diri seseorang kepada nilai-nilai kebenaran tanpa batas waktu. SQ merupakan kecerdasan yang digunakan untuk berhubungan dengan Tuhan Yang Maha Esa.

    Cara Melatih IQ, EQ, AQ, SC dan SQ
    Melatih IQ, EQ, AQ, CQ dan SQ sekaligus, sangat menajamkan indera kita dalam menangkap materi pelajaran, menajamkan pikiran dalam memahami intisari dari setiap pokok bahasan serta memberikan dorongan kepada akal untuk menghindarkan diri dari gangguan nafsu. Akhirnya konsentrasi kita akan lebih khusuk dan daya tangkap kita akan lebih cemerlang. Memori-memori yang disimpan dalam brankas otak menjadi aman, tidak rusak dan tidak hilang, serta dapat digunakan pada waktunya sesuai kebutuhan.

    ReplyDelete
  22. Helga Prayoga Putra
    XII-1

    Untuk mencapai keberhasilan dalam belajar kita harus melatih IQ, EQ, AQ, CQ dan SQ sekaligus, sangat menajamkan indera kita dalam menangkap materi pelajaran, menajamkan pikiran dalam memahami intisari dari setiap pokok bahasan serta memberikan dorongan kepada akal untuk menghindarkan diri dari gangguan nafsu. Akhirnya konsentrasi kita akan lebih khusuk dan daya tangkap kita akan lebih cemerlang. Memori-memori yang disimpan dalam brankas otak menjadi aman, tidak rusak dan tidak hilang, serta dapat digunakan pada waktunya sesuai kebutuhan.

    ReplyDelete
  23. This comment has been removed by the author.

    ReplyDelete
  24. Muhammad Farhan Pratama
    XII-1

    Dari materi diatas kita dapat mempelajari tentang IQ, EQ, AQ, CQ, dan SQ

    Keberhasilan belajar itu dapat ditentukan dengan IQ, EQ, AQ, CQ, dan SQ, berikut rangkumannya

    IQ (Intellegence Quotient)

    Intelegensi diartikan sebagai keseluruhan individu untuk berpikir dan bertindak secara terarah, serta mengolah dan menguasai lingkungan secara efektif (Marhten Pali, 1993).


    EQ (Emotion Qoutient)

    Kecerdasan emosional adalah kemampuan untuk mengenali perasaan sendiri dan perasaan orang lain, kemampuan memotivasi diri sendiri, kemampuan mengelola emosi dengan baik dan dalam berhubungan dengan orang lain.

    AQ (Adversity Quotient)

    Adversity Qoetient adalah kemampuan / kecerdasan seseorang untuk dapat bertahan menghadapi kesulitan-kesulitan dan mampu mengatasi tantangan hidup. Paul G Stoltz adalah, penemu teori AQ ini berdasarkan penelitiannya ada tingkatan AQ pada masyarakat manusia ini, yakni:

    CQ (Creativity Quotient)

    Creativity/ Kreativitas adalah potensi seseorang untuk memunculkan sesuatu yang merupakan penemuan-penemuan baru dalam bidang ilmu dan teknologi serta semua bidang dalam usaha lainnya

    SQ (Spritual Qoutient)

    Spiritual adalah inti dari pusat diri sendiri. Kecerdasan spiritual adalah sumber yang mengilhami, melambangkan semangat dan mengikat diri seseorang kepada nilai-nilai kebenaran tanpa bata waktu (Agus Nggermanto, 2010).

    ReplyDelete
  25. Prayudha Kurniabimanyu Nugroho
    XII-3

    IQ adalah singkatan dari Intellectual Quotient artinya taraf kecerdasan intelektual, EQ atau lebih tepat disebut EI (Emotional Intelligence) artinya kecerdasan emosi, sedangkan SQ atau lebih tepat disebut SI adalah singkatan dari Spiritual Intelligence artinya kecerdasan ruhaniah.

    ReplyDelete
  26. Dinda Maharani
    XII-3

    Dari IQ, EQ, AQ, CQ, dan SQ kita bisa mengenali diri kita bisa mengetahui kunci keberhasilan dalam belajar. Penelitan mutakhir menjelaskan bahwa kecerdasan intelektual berjumlah cukup. IQ menyumbangkan 20% dari keberhasilan. Yang lebih banyak perannya dalam keberhasilan seseorang adalah kecerdasan emosional (80%).
    Dan melatih IQ, EQ, AQ, CQ dan SQ sekaligus, sangat menajamkan indera kita dalam menangkap materi pelajaran, menajamkan pikiran dalam memahami intisari dari setiap pokok bahasan serta memberikan dorongan kepada akal untuk menghindarkan diri dari gangguan nafsu.

    ReplyDelete
  27. Melinda Arvina
    XII-1

    Keberhasilan dalam belajar ditentukan oleh IQ, EQ, AQ, CQ, dan SQ.

    IQ (Intellegence Quotient)
    Kecerdasan intelektual adalah syarat minimum kompetensi. Intelegensi diartikan sebagai keseluruhan individu untuk berpikir dan bertindak secara terarah.

    EQ (Emotion Qoutient)
    Penelitan mutakhir menjelaskan bahwa kecerdasan intelektual.
    Kecerdasan emosional adalah kemampuan untuk mengenali perasaan sendiri dan perasaan orang lain, kemampuan memotivasi diri sendiri, kemampuan mengelola emosi dengan baik dan dalam berhubungan dengan orang lain.

    AQ (Adversity Quotient)
    Adversity Qoetient adalah kemampuan / kecerdasan seseorang untuk dapat bertahan menghadapi kesulitan-kesulitan dan mampu mengatasi tantangan hidup.

    CQ (Creativity Quotient)
    Creativity/ Kreativitas adalah potensi seseorang untuk memunculkan sesuatu yang merupakan penemuan-penemuan baru dalam bidang ilmu dan teknologi serta semua bidang dalam usaha lainnya.

    SQ (Spritual Qoutient)
    Spiritual adalah initi dari pusat diri sendiri. Kecerdasan spiritual adalah sumber yang mengilhami, melambangkan semangat dan mengikat diri seseorang kepada nilai-nilai kebenaran tanpa bata waktu. SQ merupakan kecerdasan yang digunakan untuk berhubungan dengan Tuhan Yang Maha Esa.

    ReplyDelete
  28. Rendy Aditya
    XII-1

    Resume sumber bacaan dari di atas adalah:
    Konsep intelegensi yang pertama kali di rintis oleh Alfred Bined 1964, mempercayai bahwa kecerdasan itu bersifat tunggal dan dapat diukur dalam satuan angka yaitu intelegence Quotient (IQ).Gardner, 1994 menemukan dalam setiap anak tersimpan 8 kecerdasan yang siap berkembang, yaitu: Kecerdasan Interpersonal (Self smart = cerdas diri) Yang menggembirakan dari paradigma baru tentang intelligence adalah pandangan bahwa TIDAK ADA MURID YANG BODOH ! Setiap anak punya kecerdasan yang menonjol satu atau dua jenis dan siap untuk berprestasi.Yang lebih banyak perannya dalam keberhasilan seseorang adalah kecerdasan emosional (80%).Kecerdasan emosional adalah kemampuan untuk mengenali perasaan sendiri dan perasaan orang lain, kemampuan memotivasi diri sendiri, kemampuan mengelola emosi dengan baik dan dalam berhubungan dengan orang lain.Mengapa banyak orang yang jelas-jelas cerdas/berbakat tetapi gagal membuktikan potensi dirinya ? Berapa banyak siswa yang memiliki IQ tinggi tetapi gagal dalam meraih prestasi belajar ? Sebaliknya tidak sedikit orang yang memiliki IQ tidak tinggi tetapi justru lebih unggul dalam presatis belajar.Adversity Qoetient adalah kemampuan / kecerdasan seseorang untuk dapat bertahan menghadapi kesulitan-kesulitan dan mampu mengatasi tantangan hidup.Quitters adalah orang yang paling lemah AQnya.Ketika menghadapi berbagai kesulitan hidup, mereka berhenti dan langsung menyerah mereka memilih untuk tidak mendaki, mereka kelua, mundur dan menghindar dari kewajiban/tugas-tugas hidup.Mereka tidak memanfaatkan peluang, potensi dan kesemapatan dalam hidup.Mereka telah jenuh dan bosan, merasa sudah cukup, mengakhiri pendakian dengan mencari tempat yang data dan nyaman.Mereka paham dan sadar bahwa sukses itu bukan hanya dimensi fisik material, tetapi seluruh dimensi fisik, moral, sosial, spiritual dan seterusnya.Mereka adalah orang yang selalu mencari hakikat hidup, hakikat manusia yang diciptakan sebagai makhluk yang paling sempurna dan akan kembali kepada Sang maha Pencipta.Creativity/ Kreativitas adalah potensi seseorang untuk memunculkan sesuatu yang merupakan penemuan-penemuan baru dalam bidang ilmu dan teknologi serta semua bidang dalam usaha lainnya Keaslian: Kemampuan untuk melahirkan gagasan yang orisinal sebagai hasil pemikiran sendiri Perumusan Kembali: Kemampuan untuk mengkaji kembali suatu persoalan melalui cara yang berbeda dengan yang sudah lazim.Kuantitas Gagasan: Gagasan pertama sebagai cara untuk mendapatkan gagasan yang lebi baik.Spirit menjadi salah satu faktor penentu sukses salah satu contoh spirit mereka adalah keyakinan bahwa bisnis itu bermakna besar bagi diri, keluarga dan masa depan umat manusia.Kecerdasan spiritual adalah sumber yang mengilhami, melambangkan semangat dan mengikat diri seseorang kepada nilai-nilai kebenaran tanpa bata waktu (Agus Nggermanto, 2010).Zuhri menambahkan, bahwa SQ merupakan kecerdasan yang digunakan untuk berhubungan dengan Tuhan Yang Maha Esa.Menurut Dimitri Mahayana (Agus Nggermanto, 2001), cirri-ciri orang yang ber-SQ tinggi adalah : 4.Mampu mengelola dan bertahan dalam kesulitan dan penderitaan.Memori-memori yang disimpan dalam brankas otak menjadi aman, tidak rusak dan tidak hilang, serta dapat digunakan pada waktunya sesuai kebutuhan.

    ReplyDelete
  29. Ratu ma'wa

    XII-1

    IQ adalah keseluruhan individu untuk berpikir dan bertindak secara terarah, serta mengolah dan menguasai lingkungan secara efektif EQ adalah kemampuan untuk mengenali perasaan sendiri dan perasaan orang lain, kemampuan memotivasi diri sendiri, kemampuan mengelola emosi dengan baik dan dalam berhubungan dengan orang lain. AQ adalah kemampuan / kecerdasan seseorang untuk dapat bertahan menghadapi kesulitan-kesulitan dan mampu mengatasi tantangan hidup CQ adalah potensi seseorang untuk memunculkan sesuatu yang merupakan penemuan-penemuan baru dalam bidang ilmu dan teknologi SQ merupakan kecerdasan yang digunakan untuk berhubungan dengan Tuhan Yang Maha Esa.

    ReplyDelete
  30. Nama:Aris saputra
    Kelas:XII-1
    Keberhasilan dalam belajar ditentukan oleh IQ, EQ, AQ, CQ, dan SQ.

    IQ adalah keseluruhan individu untuk berpikir dan bertindak secara terarah, serta mengolah dan menguasai lingkungan secara efektif

    EQ adalah kemampuan untuk mengenali perasaan sendiri dan perasaan orang lain, kemampuan memotivasi diri sendiri, kemampuan mengelola emosi dengan baik dan dalam berhubungan dengan orang lain.

    AQ adalah kemampuan / kecerdasan seseorang untuk dapat bertahan menghadapi kesulitan-kesulitan dan mampu mengatasi tantangan hidup

    CQ adalah potensi seseorang untuk memunculkan sesuatu yang merupakan penemuan-penemuan baru dalam bidang ilmu dan teknologi
    SQ merupakan kecerdasan yang digunakan untuk berhubungan dengan Tuhan Yang Maha Esa.

    ReplyDelete
  31. Agitta Nabilla
    XII-1

    IQ (Intelligence Quotient) adalah semua atau keseluruhan individu untuk berpikir dan bertindak logis dan terarah. EQ (Emotional Quotient) menurutnya, IQ menyumbang 20% dari keberhasilan dan 80% dari kecerdasan emosional. kecerdasan emosional dapat diartikan dimana seseorag dapat mengenali perasaan diri dan orang lain, kemampuan mengatasi emosi dengan baik. AQ (Adversity Quotient) adalah kemampuan atau kecerdasan seseorang dalam bertahan menghadapi kesulitan-kesulitan dan mempu mengatasi masalah dalam hidupnya. CQ (Creativity Quotient) adalah potensi seseorang untuk memunculkan sesuatu penemuan-penemuan baru dibidang ilmu dan teknologi. SQ (Spiritual Quotient), dimana spirit seseorang menjadi salah satu faktor penentu keberhasilan. Spiritual inti yang terdapat didiri sendiri, sumber yang mengilhami, melabangkan semangat dan mengikat diri seseorang kepada nilai kebenaran-kebenaran tanpa batas waktu, dan kecerdasan SQ dapat digunakan untuk berhubungan dengan Tuhan Yang Maha Esa. SQ memiliki ciri-ciri salah satunya memiliki prinsip dan visin yang kuat.

    melatih IQ, EQ, AQ, CQ, dan SQ, sangat menajamkan indera kita dalam menangkap materi pelajaran, menajamkan pikiran dalam memahami intisari dari setiap pokok bahasan serta memberikan dorongan kepada akal untuk menghindarkan diri dari gangguan nafsu.

    ReplyDelete
  32. Abil Hakim
    XII.1

    IQ (Intellegence Quotient)
    Kecerdasan intelektual adalah syarat minimum kompetensi. Intelegensi diartikan sebagai keseluruhan individu untuk berpikir dan bertindak secara terarah, serta mengolah dan menguasai lingkungan secara efektif.
    Gardner, 1994 menemukan dalam setiap anak tersimpan 8 kecerdasan yang siap berkembang, yaitu:
    Kecerdasan Linguistik (word smart = cerdas berbahasa)
    Kecerdasan Matematik-logis (number smart = cerdas angka)
    Kecerdasan Spasial (Cerdas gambar)
    Kecerdasan Kinestetik-Jasmani (body smart = cerdas tubuh)
    Kecerdasan Musikal (Cerdas music = nada suara)
    Kecerdasan Interpersonal (Self smart = cerdas diri)
    kecerdasan Intrapersonal (people smart = cerdas bergaul)
    Kecerdasan Naturalis (cerdas alam).
    Yang menggembirakan dari paradigma baru tentang intelligence adalah pandangan bahwa TIDAK ADA MURID YANG BODOH ! Setiap anak punya kecerdasan yang menonjol satu atau dua jenis dan siap untuk berprestasi.

    EQ (Emotion Qoutient)
    Kecerdasan emosional adalah kemampuan untuk mengenali perasaan sendiri dan perasaan orang lain, kemampuan memotivasi diri sendiri, kemampuan mengelola emosi dengan baik dan dalam berhubungan dengan orang lain.

    AQ (Adversity Quotient)
    Adversity Qoetient adalah kemampuan / kecerdasan seseorang untuk dapat bertahan menghadapi kesulitan-kesulitan dan mampu mengatasi tantangan hidup.

    CQ (Creativity Quotient)
    Creativity/ Kreativitas adalah potensi seseorang untuk memunculkan sesuatu yang merupakan penemuan-penemuan baru dalam bidang ilmu dan teknologi serta semua bidang dalam usaha lainnya

    SQ (Spritual Qoutient)
    Kecerdasan spiritual adalah sumber yang mengilhami, melambangkan semangat dan mengikat diri seseorang kepada nilai-nilai kebenaran tanpa batas waktu

    Cara Melatih IQ, EQ, AQ, SC dan SQ
    Melatih IQ, EQ, AQ, CQ dan SQ sekaligus, sangat menajamkan indera kita dalam menangkap materi pelajaran, menajamkan pikiran dalam memahami intisari dari setiap pokok bahasan serta memberikan dorongan kepada akal untuk menghindarkan diri dari gangguan nafsu. Akhirnya konsentrasi kita akan lebih khusuk dan daya tangkap kita akan lebih cemerlang. Memori-memori yang disimpan dalam brankas otak menjadi aman, tidak rusak dan tidak hilang, serta dapat digunakan pada waktunya sesuai kebutuhan.

    ReplyDelete
  33. Rizal Ihza Pangestu
    XII-1

    Keberhasilan dalam belajar ditentukan oleh IQ, EQ, AQ, CQ, dan SQ.
    IQ adalah keseluruhan individu untuk berpikir dan bertindak secara terarah, serta mengolah dan menguasai lingkungan secara efektif
    EQ adalah kemampuan untuk mengenali perasaan sendiri dan perasaan orang lain, kemampuan memotivasi diri sendiri, kemampuan mengelola emosi dengan baik dan dalam berhubungan dengan orang lain.
    AQ adalah kemampuan / kecerdasan seseorang untuk dapat bertahan menghadapi kesulitan-kesulitan dan mampu mengatasi tantangan hidup
    CQ adalah potensi seseorang untuk memunculkan sesuatu yang merupakan penemuan-penemuan baru dalam bidang ilmu dan teknologi
    SQ merupakan kecerdasan yang digunakan untuk berhubungan dengan Tuhan Yang Maha Esa.

    ReplyDelete

Post a Comment

Popular posts from this blog

PERENCANAAN KARIR SISWA SMK

Arti dan Pentingnya Perencanaan Karir Memperoleh karir atau pekerjaan yang layak dan sesuai harapan, merupakan salah satu aspek terpenting dalam kehidupan manusia yang sehat, di mana pun dan kapan pun mereka berada. Betapa orang akan merasa sangat susah dan gelisah jika tidak memiliki pekerjaan yang jelas, apalagi kalau sampai menjadi penganggur. Demikian pula banyak orang yang mengalami stres dan frustrasi dalam hidup ini karena masalah pekerjaan. Menggapai karir yang gemilang tidak didapatkan hanya dengan melewati proses semalam. Ia membutuhkan kerja keras, aktualisasi diri yang mendalam, dan kemauan untuk terus belajar. Seorang professional yang berhasil dalam karirnya adalah ia yang telah merintisnya sejak muda. Para praktisi SDM mengatakan, ”Orang yang berhasil pada umumnya akan melakukan analisa serta mengetahui apa yang menjadi tujuan karirnya, apa rencana serta tindakan yang diambil untuk mencapai karir yang diharapkan”. Pengertian Karir Pekerjaan tidak serta merta merupakan ...

PENYESUAIAN DIRI DI SMK

Penyesuaian diri adalah proses bagaimana individu mencapai keseimbangan diri daam memenuhi kebutuhan sesuai dengan lingkungannya. Respon penyesuaian, baik atau buruk secara sederhana dapat dipandang sebagai suatu upaya individu untuk mereduksi taua menjauhi ketegangan dan untuk memelihara kondisi-kondisi keseimbangan yang lebih wajar. Dalam proses penyesuaian itu dapat saja muncul konflik, tekanan, dan frustasi dan individu didorong meneliti berbagai kemungkinan perilaku untuk membebaskan diri dari ketegangan. Elemen-elemen umum dan esensial dalam semua situasi frustasi ialah: motivasi, frustasi, respon yang bervariasi, dan pemecahan untuk mereduksi masalah, ketegangan dengan beberapa bentuk respon. Motivasi mengambil variasi bentuk dan setiap bentuk dapat diarahkan kepada rintangan atau frustasi yang disebabkan oleh beberapa aspek realitas, misalnya: pembatasan orang tua, hambatan fisik, aturan social, dan semacamnya. Individu dikatakan berhasil dalam melakukan penyesuaina diri apabi...