Skip to main content

RENCANA KELANJUTAN STUDI KE PERGURUAN TINGGI

Merencanakan kelanjutan Studi ke Jenjang Pendidikan Tinggi

Di dalam agama dikatakan; setiap insan "belajar sepanjang hayat" Usaha berfikir dan mengoptimalkan fungsi pikir mendatangkan pahala. Kemiskinan sangat beresiko besar kepada kekufuran (melemahnya/hilangnya keimanan). Mengandung "makna" bahwa setiap insan wajib menuntut ilmu, harus memiliki dorongan untuk mengembangkan kesadaran potensi diri. Beberapa informasi mengenal perguruan tinggi sebagai berikut:
  • Status dan Akreditasi Perguruan Tinggi
Status Terdaftar; Diakui atau Disamakan diberikan kepada program studi perguruan tinggi swasta.
Status Terakreditasi; Diakui atau Nir-Akreditasi, diberikan kepada semua perguruan tinggi.

  • Jalur dan Jenjang Pendidikan di Perguruan Tinggi
Jalur Akademik (biasa disebut jenjang Sarjana/S1), lebih menekankan pada penguasaan pengetahuan serta pengembangannya.
Jalur Profesional (sering disebut jenjang dipkoma), lebih menekankan pada penerapan keahlian tertentu.

  • Jenis Perguruan Tinggi
Universitas; sifatnya umum,terdiri dari berbagai fakultas dan jurusan. Menyelenggarakan program pendidikan akademik dan/atau profesional dalam sejumlah disiplin ilmu pengetahuan tertentu.

Institut; sifatnya lebih khusus terdiri atas fakultasvdan jurusan yang menghasilkan keahlian sejenis. Menyelenggarakan program pendidikan akademik (sarjana) dan/atau profesional (diploma) dalam kelompok ilmu pengetahuan sejenis.

Sekolah Tinggi; Mempunyai kekhususan satu bidang keahluan. Menyelenggarakan program pendidikan akademik (sarjana) dan/atau profesional (dipkoma) dalam lingkup satu disiplin ilmu tertentu.

Akademi; bersifat non gelar. Menyelenggarakan program pendidikan profesional (diploma) dalan satu atau sebagian cabang ilmu pengetahuan tertentu.

Politeknik; brrsifat non gelar. Menyelenggarakan program pendidikan profesional (diploma) dalam sejumlah bidang pengetahuan khusus.

Sistem Penerimaan Mahasiswa
  • Secara non tes; melalui PMDK (Penelusuran Minat dan Bakat), PPKB (Program Pemerataan Kesempatan Belajar), PSSB (Program Seleksi Siswa Berpotensi), PBUD (Penelusuran Bibit Unggul Daerah) dan sebagainy
  • SecaraTes/Ujian Tulis, melaui SPMB (Seleksi Penerimaan Mahasiswa Baru)

Sistem Belajar di Perguruan Tinggi
Dikenal dengan Sistem Kredit Semester/SKS. Jumlah DKS pada setiap jenjang pendidikan berbeda.

Perguruan Tinggi Kedinasan
Perguruan tinggi di bawah departemen selain Departemen Pendidikan Nasiinal.

Studi Ke Luar Negeri
Sudah lumrah bagi yang berminat dan memiliki dukungan mewujudkannya. Ada beberapa hambatan antara lain sebagai berikut,
  • Bahasa.
  • Biaya pendidikan.
  • Program keahlian yang dipilih.


Comments

Popular posts from this blog

PERENCANAAN KARIR SISWA SMK

Arti dan Pentingnya Perencanaan Karir Memperoleh karir atau pekerjaan yang layak dan sesuai harapan, merupakan salah satu aspek terpenting dalam kehidupan manusia yang sehat, di mana pun dan kapan pun mereka berada. Betapa orang akan merasa sangat susah dan gelisah jika tidak memiliki pekerjaan yang jelas, apalagi kalau sampai menjadi penganggur. Demikian pula banyak orang yang mengalami stres dan frustrasi dalam hidup ini karena masalah pekerjaan. Menggapai karir yang gemilang tidak didapatkan hanya dengan melewati proses semalam. Ia membutuhkan kerja keras, aktualisasi diri yang mendalam, dan kemauan untuk terus belajar. Seorang professional yang berhasil dalam karirnya adalah ia yang telah merintisnya sejak muda. Para praktisi SDM mengatakan, ”Orang yang berhasil pada umumnya akan melakukan analisa serta mengetahui apa yang menjadi tujuan karirnya, apa rencana serta tindakan yang diambil untuk mencapai karir yang diharapkan”. Pengertian Karir Pekerjaan tidak serta merta merupakan ...

PENYESUAIAN DIRI DI SMK

Penyesuaian diri adalah proses bagaimana individu mencapai keseimbangan diri daam memenuhi kebutuhan sesuai dengan lingkungannya. Respon penyesuaian, baik atau buruk secara sederhana dapat dipandang sebagai suatu upaya individu untuk mereduksi taua menjauhi ketegangan dan untuk memelihara kondisi-kondisi keseimbangan yang lebih wajar. Dalam proses penyesuaian itu dapat saja muncul konflik, tekanan, dan frustasi dan individu didorong meneliti berbagai kemungkinan perilaku untuk membebaskan diri dari ketegangan. Elemen-elemen umum dan esensial dalam semua situasi frustasi ialah: motivasi, frustasi, respon yang bervariasi, dan pemecahan untuk mereduksi masalah, ketegangan dengan beberapa bentuk respon. Motivasi mengambil variasi bentuk dan setiap bentuk dapat diarahkan kepada rintangan atau frustasi yang disebabkan oleh beberapa aspek realitas, misalnya: pembatasan orang tua, hambatan fisik, aturan social, dan semacamnya. Individu dikatakan berhasil dalam melakukan penyesuaina diri apabi...