Skip to main content

PROBLEM SOLVING REMAJA



Problem solving adalah suatu proses mental dan intelektual dalam menemukan masalah dan memecahkan berdasarkan data dan Informasi iyang akurat, sehingga dapat diambil kesimpulan yang tepat dan cermat (Hamalik, 1994:151). Problem solving yaitu suatu pendekatan dengan cara problem identifikation untuk ketahap syntesis kemudian dianalisis yaitu pemilahan seluruh masalah sehingga mencapai tahap application selajutnya komprehension untuk mendapatkan solution dalam penyelesaian masalah tersebut. (Qruztyan. Blogs. Friendster.com)

Pendapat lain problem solving adalah suatu pendekatan dimana langkah-langkah berikutnya sampai penyelesaian akhir lebih bersifat kuantitatif yang umum sedangkan langkah-langkah berikutnya sampai dengan pengelesain akhir lebih bersifat kuantitatif dan spesifik (Qrustian Blogs Friendster.com).

Ini berarti oreantasi pembelajaran problem solving merupakan infestigasi dan penemuan yang pada dasarnya pemecahan nasalah. Apabila solving yang diharapkan tidak berjalan sebagaimana yang diinginkan berarti telah terjadi di dalam tahap-tahap awal sehingga setiap enginer harus mulai kembali berfikir dari awal yang bermasalah untuk mendapatkan pemahaman menyeluruh mengenai masalah yang sedang dihadapi.
Problem Solving Remaja

Problem Solving Remaja Berhubungan Dengan Identitas Diri

Masa remaja adalah masa transisi dimana individu mengalami perubahan fisik,psikis maupun
sosial, remaja menemukan kesulitan dalam penyesuaian diri dan sosial yang disebabkan karena lingkungan menganggap remaja bukan anak-anak dan belum saatnya di anggap dewasa (Hurlock, 1994).
Masa remaja juga sering disebut sebagai usia bermasalah hal ini disebabkan karena;
Pertama,
sepanjang masa kanak-kanak masalah anak-anak sebagian diselesaikan oleh orang tua dan guru sehingga kebanyakan remaja tidak berpengalaman dalam mengatasi masalah.
Kedua,



karena remaja merasa diri mandiri sehingga mereka ingin mengatasi masalahnya sendiri dan menolak bantuan dari orang lain. Ketidakmampuan remaja untuk mengatasi masalahnya menurut cara yang mereka yakini, menyebabkan banyaknya remaja yang mengalami kesulitan dalam menyelesaikan masalah-masalah yang mereka hadapi dalam kehidupan sehari-hari (Hurlock,1994). Karena itu diperlukannya kemampuan remaja dalam mengatasi pemecahan masalah atau sering disebut dengan problem solving .

Kemampuan problem solving pada remaja memiliki hubungan yang erat dengan identitas diri, karena remaja yang mengalami kesulitan dalam menghadapi masalah menurut Rumke (dalam Sabri, 1993) bersumber dari tiga masalah, yaitu : masalah individuasi, masalah regulasi dan masalah integrasi.
Kesulitan remaja dalam mengatasi masalah Individuasi yaitu kesulitan dalam mewujudkan dirinya sebagai seorang yang dewasa disebabkan karena sikapnya yang ambivalensi.
Kesulitan dalam masa Regulasi disebabkan karena ketidakmampuan para remaja dalam menyesuaikan diri dengan perubahan- perubahan yang sangat pesat di bidang fisik dan seksualnya.
Kesulitan Integrasi disebabkan oleh kesulitan remaja dalam menyesuaikan dan mengintegrasikan norma-norma/nilai-nilai sikap dan perilakunya dengan norma/nilai-nilai standar yang berlaku di lingkungan masyarakatnya.

Adapun langkah-langkah lain yaitu menurut konsep Dewey yang merupakan berpikir itu menjadi dasar untuk problem solving adalah sebagai berikut:

  • Adanya kesulitan yang dirasakan atau kesadaran akan adanya masalah.
  • Masalah itu diperjelas dan dibatasi.
  • Mencari informasi atau data dan kemudian data itu diorganisasikan atau diklasifikasikan.
  • Mencari hubungan-hubungan untuk merumuskan hipotesa-hipotesa kemudian hipotesa-hipotesa dinilai, diuji agar dapat ditentukan untuk diterima atau ditolak.
  • Penerapan pemecahan terhadap masalah yang dihadapi sekaligus berlaku sebagai pengujian kebenaran pemecahan tersebut untuk dapat sampai kepada kesimpulan.

Keunggulan Strategi Problem Solving

  • Melatih siswa untuk mendesain suatu penemuan.
  • Berpikir dan bertindak kreatif.
  • Memecahkan masalah yang dihadapi secara realistis
  • Mengidentifikasi dan melakukan penyelidikan.
  • Menafsirkan dan mengevaluasi hasil pengamatan.
  • Merangsang perkembangan kemajuan berfikir siswa untuk menyelesaikan masalah yang dihadapi dengan tepat.
Dapat membuat pendidikan sekolah lebih relevan dengan kehidupan, khususnya dunia kerja.

Kelemahan Strategi Problem Solving
Beberapa pokok bahasan sangat sulit untuk menerapkan metode ini.
Memerlukan alokasi waktu yang lebih panjang dibandingkan dengan metode pembelajaran yang lain.

Ciri-ciri Strategi Problem Solving
  • Diawali dari sebuah masalah
  • Adanya tuntutan dari peserta untuk berpikir dan bertindak kreatif.
  • Adanya tuntutan bagi peserta untuk memecahkan masalah
  • Merangsang perkembangan kemajuan berfikir peserta didik untuk menyelesaikan masalah yang dihadapi dengan tepat.

Tujuan Strategi Problem Solving
  • Melatih peserta berpikir cepat dan tepat
  • Melatih peserta untuk jeli menemukan masalah
  • Melatih kemampuan berpikir dalam menemukan solusi dari permasalahan yang dihadapi

Berdasarkan uraian tersebut maka remaja yang sudah mencapai identitas diri dan sudah
mampu melewati masa-masa krisis identitas seharusnya mereka sudah cukup matang dalam
menghadapi dan menyelesaikan permasalahan yang mereka hadapi sehingga bisa melewati tugas-tugas perkembangannya dan siap memasuki tugas-tugas perkembangan berikutnya. Sebaliknya jika remaja tidak mampu mencapai identitas diri, mengalami krisis identitas yang menyebabkan remaja tidak memiliki kemampuan problem solving maka ia akan mengalami hambatan dalam memasuki tugas-tugas perkembangan berikutnya.

Comments

Popular posts from this blog

PERENCANAAN KARIR SISWA SMK

Arti dan Pentingnya Perencanaan Karir Memperoleh karir atau pekerjaan yang layak dan sesuai harapan, merupakan salah satu aspek terpenting dalam kehidupan manusia yang sehat, di mana pun dan kapan pun mereka berada. Betapa orang akan merasa sangat susah dan gelisah jika tidak memiliki pekerjaan yang jelas, apalagi kalau sampai menjadi penganggur. Demikian pula banyak orang yang mengalami stres dan frustrasi dalam hidup ini karena masalah pekerjaan. Menggapai karir yang gemilang tidak didapatkan hanya dengan melewati proses semalam. Ia membutuhkan kerja keras, aktualisasi diri yang mendalam, dan kemauan untuk terus belajar. Seorang professional yang berhasil dalam karirnya adalah ia yang telah merintisnya sejak muda. Para praktisi SDM mengatakan, ”Orang yang berhasil pada umumnya akan melakukan analisa serta mengetahui apa yang menjadi tujuan karirnya, apa rencana serta tindakan yang diambil untuk mencapai karir yang diharapkan”. Pengertian Karir Pekerjaan tidak serta merta merupakan ...

PENYESUAIAN DIRI DI SMK

Penyesuaian diri adalah proses bagaimana individu mencapai keseimbangan diri daam memenuhi kebutuhan sesuai dengan lingkungannya. Respon penyesuaian, baik atau buruk secara sederhana dapat dipandang sebagai suatu upaya individu untuk mereduksi taua menjauhi ketegangan dan untuk memelihara kondisi-kondisi keseimbangan yang lebih wajar. Dalam proses penyesuaian itu dapat saja muncul konflik, tekanan, dan frustasi dan individu didorong meneliti berbagai kemungkinan perilaku untuk membebaskan diri dari ketegangan. Elemen-elemen umum dan esensial dalam semua situasi frustasi ialah: motivasi, frustasi, respon yang bervariasi, dan pemecahan untuk mereduksi masalah, ketegangan dengan beberapa bentuk respon. Motivasi mengambil variasi bentuk dan setiap bentuk dapat diarahkan kepada rintangan atau frustasi yang disebabkan oleh beberapa aspek realitas, misalnya: pembatasan orang tua, hambatan fisik, aturan social, dan semacamnya. Individu dikatakan berhasil dalam melakukan penyesuaina diri apabi...