Skip to main content

MEKANISME PERTAHANAN DIRI



Pernah tiba-tiba merasa cemas, takut, atau gelisah? Tahukah Anda bahwa pengalaman hidup yang luar biasa menyakitkan bagi seseorang dapat ditekan sampai ke alam bawah sadar dan memunculkan perilaku tertentu. Misalnya kasus seorang perempuan muda menekan rasa marah pada adik perempuannya selama hidupnya karena rasa marah tersebut melahirkan kecemasan yang terlampau besar.Contoh lain, seorang anak yang menjadi korban kekerasan fisik oleh orangtuanya ketika kanak-kanak, bisa saja lupa dengan apa yang pernah dialaminya dulu. Namun, perilaku anak tersebut berubah di kemudian hari seperti menjadi pendiam, penakut, atau jutsru malah agresif. Mungkin Anda juga pernah mengetahui ada seorang pemuda yang menyaksikan sendiri kematian ayahnya kemudian “lupa” dengan kejadian tersebut. Nah, sebenarnya ada fenomena apa yang mendasari perilaku orang-orang tersebut? Mengapa kejadian yang menyedihkan dapat memengaruhi perilaku manusia? Yuk, pahami lebih dalam tentang represi!

Makna represi dalam kehidupan

Seorang tokoh psikologi aliran Psikoanalisis, Sigmund Freud pertama kali mengembangkan pemikiran tentang mekanisme pertahanan diri pada tahun 1926. Disempurnakan oleh Anna, sang anak, mereka berhasil menemukan adanya cara-cara yang digunakan manusia untuk mengurangi ketegangan akibat peristiwa yang tidak diharapkan ke alam bawah sadar.

Fungsi mekanisme pertahanan diri adalah agar ketika manusia menghadapi situasi traumatis secara terus-menerus, dirinya dapat berlindung dari kecemasan dengan cara mempertahankan dirinya. Salah satu bentuk mekanisme pertahanan diri yaitu represi. Freud mengatakan bahwa represi adalah mekanisme pertahanan diri yang paling dasar.Represi ditunjukkan dalam bentuk mengubur perasaan-perasaan cemas, mengancam, kehendak yang tidak sesuai harapan, serta keinginan yang mengganggu ke alam bawah sadar. Gejolak tersebut disingkirkan supaya tidak muncul ke alam sadar. Represi dapat muncul sepanjang hidup.

Apa yang terjadi setelah seseorang merepresi masalahnya?

Menurut Freud, terdapat tiga hal yang terjadi setelah seseorang menekan peristiwa traumatisnya ke alam bawah sadar. Pertama, di alam sadar dorongan dan keinginan yang ditekan tetaplah tidak berubah. Kedua, dorongan dan keinginan mendesak masuk ke alam sadar dalam bentuk yang berbeda dari alam bawah sadar. Hal tersebut sebenarnya justru menciptakan kecemasan yang lebih besar dan sulit dikendalikan oleh orang yang mengalaminya.Pada akhirnya, orang tersebut akan larut dalam rasa cemasnya sendiri. Ketiga, dorongan dan keinginan yang ditekan tersebut diekspresikan dalam bentuk lain. Apabila dibiarkan terus-menerus, represi ini akan berbahaya bagi kesehatan mental seseorang. Dorongan dan keinginan yang ditekan dapat termanifestasikan lewat mimpi maupun salah ucap. Agar lebih jelas, simak kasus berikut.

“Ada seorang laki-laki yang mengalami impotensi seksual. Setelah diselidiki, impotensi seksual tersebut adalah wujud rasa bersalah atas perilaku seksualnya. Impotensi menghalangi laki-laki tersebut untuk menghadapi rasa bersalah maupun kecemasan yang akan muncul apabila ia melakukan aktivitas seksual yang normal dan ia nikmati.”

Berdasarkan kasus tersebut, alam bawah sadar seorang laki-laki tersebut telah memblokir keinginan dan pikirannya untuk melakukan hubungan intim dengan cara menjadi impoten.

Jadi, represi itu boleh tidak ya?

Memori masa lalu yang membuat kita tidak nyaman memang lebih baik untuk dilupakan, daripada jika diingat hanya akan membuka luka, bukan? Memang benar, bahwa dalam situasi dan kondisi penuh tekanan hidup, mencoba melupakan adalah pilihan yang tidak buruk. Namun, akan menjadi tidak baik ketika seseorang terlalu menekan dorongan, keinginan, harapan, dan ingatan ke alam bawah sadar dalam jangka waktu terus-menerus.

Hal ini dikarenakan represi dapat membagi kesadaran dan ego sehingga memunculkan kepribadian yang disosiatif (lepas dari realita). Proses represi juga menghalangi seseorang mencapai kesehatan mental, kebebasan emosi, dan kegembiraan.Bermain dengan alam bawah sadar memang harus hati-hati. Jangan sampai kecemasan menguasai diri kita dan masuk ke alam bawah sadar yang sejatinya merugikan kita sendiri. Belajar melepaskan, belajar merelakan, dan belajar untuk kuat dalam menghadapi segelintir masalah dalam hidup adalah tugas manusia sepanjang hidup. Maka dari itu, mari kita bersama-sama pahami fenomena psikologis ini dan tetap berusaha menjadi pribadi yang sehat mental ya!

Comments

Popular posts from this blog

PERENCANAAN KARIR SISWA SMK

Arti dan Pentingnya Perencanaan Karir Memperoleh karir atau pekerjaan yang layak dan sesuai harapan, merupakan salah satu aspek terpenting dalam kehidupan manusia yang sehat, di mana pun dan kapan pun mereka berada. Betapa orang akan merasa sangat susah dan gelisah jika tidak memiliki pekerjaan yang jelas, apalagi kalau sampai menjadi penganggur. Demikian pula banyak orang yang mengalami stres dan frustrasi dalam hidup ini karena masalah pekerjaan. Menggapai karir yang gemilang tidak didapatkan hanya dengan melewati proses semalam. Ia membutuhkan kerja keras, aktualisasi diri yang mendalam, dan kemauan untuk terus belajar. Seorang professional yang berhasil dalam karirnya adalah ia yang telah merintisnya sejak muda. Para praktisi SDM mengatakan, ”Orang yang berhasil pada umumnya akan melakukan analisa serta mengetahui apa yang menjadi tujuan karirnya, apa rencana serta tindakan yang diambil untuk mencapai karir yang diharapkan”. Pengertian Karir Pekerjaan tidak serta merta merupakan ...

ORIENTASI PILIHAN KARIR SETELAH LULUS SMK

Mau Kemana Setelah Tamat SMA dan SMK???           setelah kelulusan kelas 3 SMA dan SMK. euforianya pasti masih terasa.Tetapi mungkin tidak berlama-lama, karena setelah itu masuk masa-masa kebingungan, mau kemana neh setelah tamat… Ketika masih SMA, hal ini mungkin belum terpikirkan dengan jelas, karena masih terfokus untuk belajar materi-materi pelajaran di sekolah dan juga tuntutan harus mencapai nilai tertentu agar dapat lulus Ujian Akhir Nasional. Sekarang setelah lulus, pertanyaan-pertanyaan itu semakin bergema dalam pikiran.. ding.. ding.. ding… ding… Ada beberapa pilihan yang mungkin terpikirkan dan yang dapat dipilih oleh adik-adik sekalian. Melanjutkan ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi, atau kuliah. Bagi sebagian orang yang ingin melanjutkan ke perguruan tinggi, biasanya sejak SMA sudah buat rencana, akan kuliah dimana, di jurusan apa. Memilih untuk kuliah, pastinya tidak mudah. pertama-tama, sebaiknya sesuaikan jurusan yang dipilih dengan...

CARA MEMBANGKITKAN SEMANGAT BELAJAR

Belajar merupakan proses mencari dan mengetahui suatu ilmu agar wawasan lebih luas sehingga dapat memecahkan berbagai macam masalah. Seringkali proses ini dikaitkan dengan mereka yang berstatus sebagai siswa atau mahasiswa, bukan? Padahal pepatah mengatakan, setiap orang wajib untuk menimba ilmu hingga liang lahat. Hal itu membuktikan bahwa belajar sangatlah penting. Namun disamping semuanya, belajar membutuhkan dukungan penuh dari setiap aspek, termasuk lingkungan dan yang paling penting adalah diri kamu sendiri. Adakalanya kamu merasa begitu semangat, tapi bisa juga malas belajar dan malah membuang waktu dengan melakukan kegiatan lain. Selain terganggu karena kegiatan bermain atau rasa malas menyerang, waktu libur panjang pun menjadi salah satu faktor penyebab semangat belajar kian memudar. Maka dari itu, Bacaterus punya tips agar semangat belajar kamu kian melesat daripada sebelumnya. Berikut 10 tips tersebut yang dirangkum dari berbagai sumber. 10 Tips untuk Membangkitkan Semangat...