Kesehatan reproduksi remaja merupakan kondisi kesehatan yang menyangkut masalah kesehatan organ reproduksi, yang kesiapannya dimulai sejak usia remaja ditandai oleh haid pertama kali pada remaja perempuan atau mimpi basah bagi remaja laki-laki. Kesehatan reproduksi remaja meliputi fungsi, proses, dan sistem reproduksi remaja. Sehat yang dimaksudkan tidak hanya semata-mata bebas dari penyakit atau dari cacat saja, tetapi juga sehat baik fisik, mental maupun sosial.
Pengetahuan Dasar Kesehatan Reproduksi Pada Remaja
Usia remaja adalah masa transisi yang ditandai dengan berbagai perubahan emosi, psikis, dan fisik dengan ciri khas yang unik. Penting bagi remaja untuk mendapatkan informasi yang tepat tentang kesehatan reproduksi dan berbagai faktor yang berpengaruh terhadap kesehatan reproduksi.
Sebagai pengenalan terhadap kesehatan reproduksi dasar, remaja harus mengetahui beberapa hal di bawah ini:
- Pengenalan tentang proses, fungsi, dan sistem alat reproduksi
- Mengetahui penyakit HIV/AIDS dan penyakit menular seksual lainnya, serta dampaknya pada kondisi kesehatan organ reproduksi
- Mengetahui dan menghindari kekerasan seksual
- Mengetahui pengaruh media dan sosial terhadap aktivitas seksual
- Pakai handuk yang lembut, kering, bersih, dan tidak berbau atau lembab.
- Memakai celana dalam dengan bahan yang mudah menyerap keringat
- Pakaian dalam diganti minimal 2 kali dalam sehari
- Bagi perempuan, sesudah buang air kecil, membersihkan alat kelamin sebaiknya dilakukan dari arah depan menuju belakang agar kuman yang terdapat pada anus tidakmasuk ke dalam organ reproduksi.
- Bagi laki-laki, dianjurkan untuk dikhitan atau disunat agarmencegah terjadinya penularan penyakit menular seksual serta menurunkan risiko kanker penis.
Kesehatan adalah suatu hal yang sangat penting dalam diri kita. Aktivitas yang sehari- hari kita lakukan tergantung pada kondisi kesehatan kita. Jika kondisi kesehatan kita baik, maka aktivitas yang kita lakukan akan mebuahkan hasil yang baik pula, begitupun sebaliknya jika kondisi kesehatan kita kurang baik maka aktivitas yang kita lakukan akan mebuahkan hasil yang kurang baik. Apalagi dalam kesehatan reproduksi kita harus selalu menjaga, merawat agar tidak terjangkit penyakit yang akan merugikan diri kita sendiri. Apalagi sampai melakukan hal- hal yang tidak patut untuk dilakukan sebelum menikah yaitu berhubungan seksual.
Pentingnya merawat, menjaga kesehatan reproduksi kita agar kita selalu terhindar dari berbagai penyakit yang akan menyerang. Tentunya dalam hal menjaga dan merawat kita perlu pengetahuan atau informasi mengenai cara menjaga dan merawatnya, agar kita tidak salah dalam merawat dan menjaganya. Pengetahuan yang seperti apa yang harus kita ketahui, yaitu pengetahuan yang benar dan baik tentang cara merawatnya agar tujuan yang kita inginkan tercapai. Dan juga jika informasi yang kita dapat dari orang yang kurang dipercaya, maka kita harus menelaah terlebih dahulu, apakah informasi yang diberikan itu benar atau tidak.
Kesehatan merupakan hal yang paling penting dalam diri kita. Aktivitas yang sehari- hari kita lakukan tergantung pada kondisi kesehatan kita. Jika ingin memiliki kehidupan yang nyaman dan aktivitas lancar kita harus pandai- pandai menjaga kesehatan tubuh kita. Standar “sehat” menurut WHO yaitu keadaan sehat yang menyeluruh, meliputi aspek fisik, mental, dan social bukan sekedar tidak adanya penyakit atau gangguan disegala hal yang berkaitan dengan system reproduksi, fungsinya maupun proses reproduksi itu sendiri. Dengan demikian kesehatan reproduksi menyiratkan bahwa setiap orang dapat menikmati seks yang aman dan menyenangkan, dan mereka memiliki kemampuan untuk bereproduksi, serta memiliki kebebasam untuk menrtapkan kapan dan seberapa sering mereka ingin bereproduksi (Mohamad, 1998:6)
Kesehatan itu terbagi ke dalam dua jenis yaitu : (1) kesehatan jasmani; dan (2) kesehatan rohani. Kesehatan jasmani meliputi utuh atau tidaknya organ- organ tubuh yang terlihat langsung dari penampilan seseorang. Sedangkan, kesehatan rohani itu lebih kepada kondisi mental atau kejiwaan. Salah satu bagian organ tubuh yang ingin dibahas yaitu tentang kesehatan reproduksi.
Setiap manusia pasti ingin memiliki keturunan dan memiliki tujuan berbeda- beda entah itu untuk warisan yang ia miliki atau hanya sekedar mempertahankan suku. Oleh karena itu, Tuhan telah menganugerahkan alat reproduksi kepada setiap manusia. Reproduksi itu berasal dari dua kata yaitu : “Re” yang “artinya kembali” dan “Produksi” yang berarti menghasilkan sesuatu. Reproduksi ini erat kaitannya dengan masa depan manusia. Jadi, reproduksi adalah proses yang terjadi di dalam kehidupan manusia yang nantinya akan menghasilkan seorang keturunan. Dapat disimpulkan bahwa Kesehatan Reproduksi adalah segala hal yang berkaitan dengan kesehatan seksual dan pendidikan seksual yang bertujuan untuk menjaga, mencegah, dan mengembalikan kembali fungsi organ- organ seksual dari gangguan.
Islam sendiri memandang bahwa proses reproduksi adalah proses yang penting untuk menjaga kelangsungan generasi manusia. Lahirnya manusia- manusia baru yang siap mengabdi kepada dunia dipandang oleh Islam sebagai sesuatu yang membanggakan, patut disyukuri sekaligus tercakup di dalamnya amanah (beban hukum baru) bagi orang- orang di sekitarnya. Cita- cita pendidikan Islam dalam membangun manusia diarahkan pada pendidikan keseimbangan antara rohani dan jasmani, mencakup dimensi yang luas, kesentuhan langsung dengan kawasan duniawi, membawa ke kehidupan akhirat. Pendidikan Islam tidak pernah menganak- emaskan kepentingan duniawi dengan menganaktirikan kepentingan akhirat. Pendidikan Islam lebih menekankan pada keseimbangan dan keserasian perkembangan hidup manuisa untuk kepentingan
Tanpa melalui pendidikan, manusia dapat menjadi makhluk yang serta diliputi oleh dorongan nafsu jahat, ingkar, dan kafir terhadap Tuhannya. Hanya melalui proses kependidikan manusia akan dapat dimanusiakan sebagai hamba Tuhan yang mampu menaati ajaran agamanya dengan penyerahan diri secara total sesuai ucapan dalam shalat yaitu :
قال انّ الصّلاتي ونسكي ومحياي ومماتي لله ربّ العالمين
“Sesungguhnya shalatku, ibadahku, seluruh hidup dan matiku semata- mata untuk Allah Tuhan seluruh alam”
Manusia sejak awal adalah manusia yang diberi kelengkapan- kelengkapan psikologis dan fisik yang memiliki kecenderungan kearah yang baik dan yang buruk. Tetapi yang diusahakan dimanusiakan melalui proses pendidikan itu adalah sikap dan perilakunya agar tidak semacam “serigala” sebagaimana yang pernah diungkapkan oleh Thomas Habbes (Dzamarah, 2004: 76)n
Kesehatan reproduksi umumnya merujuk pada kondisi kesejahteraan fisik, mental, dan sosial secara utuh dalam segala hal yang berkaitan dengan sistem, fungsi dan proses reproduksi termasuk hak dan kebebasan untuk bereproduksi secara aman, efektif, tepat, terjangkau dan tidak melawan hukum. Ruang lingkup kesehatan reproduksi ialah sebagai berikut:
Pelayanan Keluarga Berencana. Pelayanan ini memberikan konseling KB dan penyediaan alat kontrasepsi, lengkap dengan nasihat atau tindakan apabila menimbulkan efek samping.
Pelayanan kebidanan. Pelayanan ini memberikan pelayanan kesehatan atau asuhan bagi perempuan dari masa pranikah, prakehamilan, hingga melahirkan, nifas, menyusui, interval antar kelahiran, hingga masa menopause, juga pelayanan kepada bayi baru lahir, bayi dan balita serta pencegaha aborsi.
Pelayanan peyakit menular Seksual. Pelayanan ini termasuk infeksi saluran reproduksi, HIV dan AIDS.
Pelayanan kesehatan Reproduksi remaja. Pelayanan ini meliputi pemberian infromasi atau pendidikan kesehatan para remaja tentang kesehatan reproduksi (pendidikan seks dini) penyakit- penyakit menular seksual akibat hubungan seksual yang bebas, bahaya- bahaya narkoba, pernikahan usia muda yang dapat menyebabkan tingginya angkan kematian ibu melahirkan, kurang siapnya mental dan psikologisnya, dan dampak meningkatnya angka perceraian yang akan memberikan dampak sosial. (Ali Imron: 40- 41)
Kebanyakan dari manusia tidak bersyukur atas anugerah yang telah Allah berikan kepada manusia. Terbukti dari banyaknya manusia yang kurang peduli terhadap kesehatan reproduksi. Hal ini jangan dibiarkan begitu saja, karena akan menimbulkan suatu penyakit yang akan menyerang alat reproduksinya. Penyakit itu tidak hanya terinfeksi dari luar saja, tetapi penyakit ini bisa datang dari diri kita sendiri karena keadaan organ reproduksi yang kita miliki tidak sehat. Itu adalah salahsatu faktor yang menyebabkan penyakit itu menyerang tubuh kita. Oleh karena itu, perlu dibekali wawasan atau pemahaman tentang pentingnya menjaga kesehatan reproduksi sejak dini, agar tujuannya tercapai. Dan seseorang harus mempunyai informasi- informasi yang benar mengenai kesehatan reproduksi, agar ia dapat memeilihara kesehatan reproduksinya. Berkaitan dengan pemeliharaan kesehatan reproduksi yaitu :
Jangan menyepelekan hal- hal yang kecil contohnya seperti membersihkan alat reproduksi, mencuci tangan setelah membersihkan alat- alat reproduksi dan mengganti celana dalam minimal dua kali dalam sehari. Untuk perempuan ketika haid minimal mengganti pembalut setiap 4 jam sekali.
Harus rajin membaca buku mengenai kesehatan reproduksi agar kita bisa lebih waspada dalam berbagai kemungkinan yang terjadi.
Tidak melakukan hubungan badan dengan banyak orang untuk laki- laki maupun untuk perempuan.
Harus kuat iman agar tidak mudah terpengaruh oleh perkembangan zaman saat ini.
Pihak sekolah sebaiknya mengundang pakar dalam bidang reproduksi untuk melakukan penyuluhan kepada para siswa di sekolah.
Harus mengurangi makanan- makanan cepat saji, karena itu akan menimbulkan kemandulan.
Adapun kesehatan reproduksi pada remaja merupakan masa transisi dan ditandai oleh berbagai perubahan fisik, emosi psikis(10- 19 tahun). Dari segi kesehatan reproduksi, perilaku ingin mencoba- coba dalam bidang seks merupakan hal yang rawan, karena dapat membawa akibat yang sangat buruk dan akan merugikan masa depan khusunya untuk perempuan.
Remaja perlu mengetahui kesehatan reproduksi agar memiliki infromasi yang benar mengenai proses reproduksi serta berbagai faktor yang ada di sekitarnya. Dengan infromasi yang benar, diharapkan remaja memiliki sikap dan tingkah laku yang bertanggung jawab mengenai proses reproduksi. Pembinaan kesehatan reproduksi remaja dilakukan untuk memberikan informasi dan pengetahuan yang berhubungan dengan perilaku hidup sehat bagi remaja disamping juga untuk mengatasi masalah yang ada. Dengan pengetahuan yang memadai dan adanya motivasi untuk menjalani masa remaja secara sehat, para remaja diharapkan mampu memelihara kesehatan dirinya agar dapat memasuki masa kehidupan berkeluarga dengan sistema reproduksi yang sehat.
Informasi kesehatan reproduksi adalah informasi- informasi yang berhubungan dengan anatomi dan fungsi organ reproduksi, pubertas, keperawanan dan keperjakaan, kesuburan dan kemandulan, kehamilan, kontrasepsi, aborsi, serta penyakit seksual yang menular dan HIV/ AIDS.
Pubertas
Hyde (1990) mendefinisikan pubertas sebagai waktu dimana terjadi perkembangan dan kematangan dari gonad (kelenjar seks), organ genital, dan karakteristik seks sekunder, yang memungkinkan individu melakukan reproduksi. Pubertas bukanlah merupakan suatu titik waktu, merupakan suatu tahap dimana terjadi perubahan secara fisik dari masa anak- anak menjadi masa dewasa.
Tanda utama dari pubertas pada wanita adalah pertumbuhan payudara, yang biasanya berlangsung mulai usia 8 tahun sampai 13 tahun (Hyde, 1990). Selain itu terjadinya pertumbuhan lemak pada pinggul dan bokong, yang membawa bentuk tubu menjadi lebih bulat, yang membedakan tubuh pria dan wanita.
Pubertas pada remaja pria dimulai pada sekitar usia 10 tahun atau 11 tahun dan dua tahun lebih lambat daripada pubertas pada wanita (Hyde, 1990). Perubahan fisik yang terjadi pada pria paralel dengan wanita. Perubahan tersebut dimulai dengan bertambahnya FSH dan LH yang diproduksi oleh pituitary. Pada awal pubertas, pertumbuhan LH menstimulasi testis untuk memproduksi testosteron yang bertanggung jawab atau sebagian besar perubahan pada pria.
Kesehatan reproduksi remaja menjadi fokus karena kelompok remaja merupakan kelompok yang terasingkan. Tidak seperti kelompok menikah, remaja hampir tidak mempunyai akses terhadap informasi/ konseling kesehatan reproduksi. Kurangnya pengetahuan remaja tentang kesehatan reproduksi menimbukan berbagai macam masalah kesehatan pada remaja. Hal ini terlihat dari munculnya berbagai kasus yang cenderung meningkat di kalangan remaja dan seperti kehamilan, abortus, PMS dan HIV/ AIDS serta masalah kenakalan remaja dan penyalahgunaan Napza (Narkotika, Psikotropik dan zat adiktif lainnya) yang pada umumnya berakhir juga pada kesehatan reproduksi.
Masalah kesehatan reproduksi remaja selain berdampak pada jasmaninya, berpengaruh juga terhadap kesehatan mental dan emosi, kesejahteraan sosial dan keadaan ekonomi dalam jangka panjang. Dampak jangka panjang tidak hanya berpengaruh terhadap remaja itu sendiri, tetapi juga berpengaruh terhadap keluarga, masayarakat dan bangsa pada akhirnya.
Tetapi kunci utama penyelesaian permasalahan kesehatan reproduksi itu ada pada program keluarga berencana melalui pilihan metode kontrasepsinya. Seseorang bisa mengalami masalah kesehatan reproduksi lebih dari satu pada waktu yang bersamaan. Contohnya : ibu yang memeriksakan kehamilannya, bisa saja karena korban alat kontrasepsi dalam rahim.
Dari data penelitian melalui pendekatan deskriptif dan pendekatan literatur. Kebanyakan remaja kurang mengetahui informasi mengenai kesehatan reproduksi. Mereka hanya mengetahui bagian terkecil nya saja, adapula yang mereka tidak mengetahui bagaimana merawat kesehatan reproduksi dengan baik dan benar. Padahal pengetahuan mengenai kesehatan reproduksi sangat penting untuk diketahui sejak kita masih remaja.
Comments
Post a Comment