Skip to main content

KECERDASAAN EMOSI DAN PENGENDALIANNYA

Pengertian Emosi
          Emosi adalah semua jenis perasaan yang ada dalam diri seseorang. Emosi memiliki peranan yang besar dalam dinamika jiw dan mengendalikan tingkah laku seseorang.
Samsu Yusuf mencontohkan sebagai berikut :
  • Emosi dapat memperkuat semangat apabila seseorang merasa puas dan senang atas hasil yang dicapainya.
  • Emosi dapat melemahkan semangat apabila timbul rasa kecewa atas kegagalan.
  • Emosi dapat menghambat atau mengganggu konsentrasi belajar ketika ada kegagalan, ketegangan perasaan seperti gugup misalnya.
  • Emosi dapat mengganggu penyesuaian social, misalnya iri hati dan cemburu.
  • Suasana emosional yang dialami pada masa kecil akan mempengaruhi sikapnya baik terhadap diri sendiri maupun terhadap orang lain

Pengertian Kecerdasan Emosi

            Kecerdasan emosi adalah kemampuan untuk menenali perasaan diri sendiri, perasaan orang lain, kemampuan memotivasi diri sendiri dan kemampuan mengelola emosi dengan baik pada diri sendiri dan dalam hubungannya dengan orang lain.
            Kecerdasan Emosisonal atau Emotional Quotient (EQ) semakin perlu dicermati karena kehidupan manusia semakin kompleks. Kompleksnya kehidupan manusia membawa dampak yang buruk terhadap kehidupan emosional individu, hasil survey Daniel Goleman menunjukkan kecenderungan yang sama di seluruh dunia, bahwa generasi sekarang lebih banyak mengalami kesulitan emosional daripada generasi sebelumnya. Mereka lebih kesepian dan penurung, lebih beringas dan kurang menghargai sopan santun, lebih gugup, mudah cemas, lebih meledak-ledak (impulsif dan regresif).
            Goleman juga menemukan bahwa banyak juga orang yang gagal dalam hidupnya bukan karena rendahnya kecerdasan intelektualnya, namun karena kurang memiliki kecerdasan emosional. Sebaliknya tidak sedikit orang yang berhasil dalam kehidupannya meskipun IQ-nya rata-rata saja, tetapi kecerdasan emosionalnya tinggi.
Jeanne Seagel mencontohkan beberapa kasus tentang peranan EQ terhadap seseorang, yaiut :
Kasus Ana, menggambarkan orang yang ber-EQ rendah akibatnya sulit bergaul dan kesepian.
Kasus Hilman, IQ-nya tinggi tetapi EQ-nya rendah. Ia hanya menjadi seorang reparasi alat panggang roti.
            Kasus Tono, seorang Dokter gigi yang sering ditinggalkan pasien-pasiennya karena cerewet dan sering berbicara kasar. EQ sang Dokter rendah sekali.
EQ atau kecerdasan emosional itu tumbuh, dipupuk, dipelajari melalui proses belajar dan direspons melalui pengalaman hidup sejak seseorang lahir hingga meninggal. Pertumbuhan dan perkembangan EQ dapat dipengaruhi oleh lingkungan baik lingkungan keluarga maupun masyarakat.
Menurut Daniel Goleman, ada beberapa kemampuan yang menyebabkan seseorang mempunyai EQ tinggi. Kemampuan tersebut adalah :

  • Kemampuan memahami atau mengenali emosi diri, yaitu kesadaran diri untuk mengenali perasaan apada waktu perasaan itu terjadi.
  • Kemampuan mengelola emosi, yaitu mampu menangani perasaan agar perasaan dapat terungkap dengan tepat.
  • Kemampuan memotivasi diri, yaitu kemampuan untuk menata emosi untuk mencapai tujuan, selalu meyakinkan diri sendiri untuk terus berusaha, tetap bergairah dan antusias terhadap segala yang ingin kita capai.
  • Kemampuan mengenali emosi orang lain, yaitu kemampuan untuk dapat berempati terhadap orang lain.
  • Kemampuan untuk membina hubungan, yaitu kemampuan untuk dapat menularkan perasaan positif kepada orang lain.


Seseorang yang secara emosi tidak cerdas biasanya :
Bersifat agresif.
  • Cenderung berpikir negatif.
  • Malas dan lebih suka melakukan kegiatan untuk menyenangkan diri secara berlebihan.
  • Lebih mementingkan diri sendiri (egois).
  • Tidak mampu menentukan tujuan.
  • Cepat cemas dan depresi.
  • Menarik diri dari pergaulan.
  • Suka memanfaatkan kelemahan orang lain.
  • Tidak sopan.
  • Kurang percaya diri.
Seseorang yang secara emosi bermasalah tentu akan sulit untuk mempelajari sesuatu. Remaja yang pemarah, cepat stress dan depresi biasanya malas untuk membuka diri dan menerima pengalaman belajar baru.

Menurutmu, cerdaskah kamu secara emosional???

Pengendalian Diri
        Tujuan akhir pengendalian diri adalah untuk mencapai kesuksesan atau keberhasilan. Perjalanan hidup itu sangat dinamis, kadang berliku, menuru atau mendaki. Medan kehidupan yang demikian itu menuntut kita harus menguasai sejumlah kompetensi hidup antara lain pengendalian diri.

Pengendalian suasana hati
        Hati atau qolbu adalah pusat kekuatan jiwa. Suasana hati sangat mudah berubah, sejalan dengan dinamika kehidupan yang dialami seseorang. Hati akan menentukan apakah seseorang menjadi mulia atau hina. Hati/qolbu yang membimbing tubuh kita.
Mengendalikan hati berarti selalu membersihkan hati/qolbu sehingga senantiasa memancarkan rasa syukur, rendah hati, kasih saying dan optimis.

Pengendalian pikiran dan visi
        Dimensi piker akan membuahkan hasil atau penentu sikap dan perilaku seseorang. Seseorang yang memiliki persepsi/pikiran benar (positif) akan membentuk suatu proses (aktivitas) yang benar juga (positif). Tentu hasil akhirnya juga benar (positif).
Pengendalian pikiran dapat dilakukan dengan mengawasi apa isi terbanyak dalam pikiran kita (subjek apa yang mendominasi pikiran?).
Pikiran hanya sibuk dengan diri sendiri, ini adalah indikator egoisme.
Pikiran yang penuh dengan urusan uang, harta, gelar, jabatan dan keduniawian lainnya, ini juga berati indikator materialisme.
Cara lain untuk mengendalikan pikiran adalah dengan berpikir holistik.
Ir. Ary Ginanjar menyebutkan berpikir melingkar yakni dengan mempertimbangkan semua dimensi.

Pengendalian nafsu/hasrat
        Maslow menyebutkan bahwa motif-motif yang mendorong manusia bertingkah laku adalah keinginan memuaskan kebutuhan. Hastar dan nafsu untuk memenuhi kebutuhan tersebut hendaknya tetap terkendali dan dilandasi nilai-nilai keimanan.

Comments

Popular posts from this blog

PERENCANAAN KARIR SISWA SMK

Arti dan Pentingnya Perencanaan Karir Memperoleh karir atau pekerjaan yang layak dan sesuai harapan, merupakan salah satu aspek terpenting dalam kehidupan manusia yang sehat, di mana pun dan kapan pun mereka berada. Betapa orang akan merasa sangat susah dan gelisah jika tidak memiliki pekerjaan yang jelas, apalagi kalau sampai menjadi penganggur. Demikian pula banyak orang yang mengalami stres dan frustrasi dalam hidup ini karena masalah pekerjaan. Menggapai karir yang gemilang tidak didapatkan hanya dengan melewati proses semalam. Ia membutuhkan kerja keras, aktualisasi diri yang mendalam, dan kemauan untuk terus belajar. Seorang professional yang berhasil dalam karirnya adalah ia yang telah merintisnya sejak muda. Para praktisi SDM mengatakan, ”Orang yang berhasil pada umumnya akan melakukan analisa serta mengetahui apa yang menjadi tujuan karirnya, apa rencana serta tindakan yang diambil untuk mencapai karir yang diharapkan”. Pengertian Karir Pekerjaan tidak serta merta merupakan ...

ORIENTASI PILIHAN KARIR SETELAH LULUS SMK

Mau Kemana Setelah Tamat SMA dan SMK???           setelah kelulusan kelas 3 SMA dan SMK. euforianya pasti masih terasa.Tetapi mungkin tidak berlama-lama, karena setelah itu masuk masa-masa kebingungan, mau kemana neh setelah tamat… Ketika masih SMA, hal ini mungkin belum terpikirkan dengan jelas, karena masih terfokus untuk belajar materi-materi pelajaran di sekolah dan juga tuntutan harus mencapai nilai tertentu agar dapat lulus Ujian Akhir Nasional. Sekarang setelah lulus, pertanyaan-pertanyaan itu semakin bergema dalam pikiran.. ding.. ding.. ding… ding… Ada beberapa pilihan yang mungkin terpikirkan dan yang dapat dipilih oleh adik-adik sekalian. Melanjutkan ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi, atau kuliah. Bagi sebagian orang yang ingin melanjutkan ke perguruan tinggi, biasanya sejak SMA sudah buat rencana, akan kuliah dimana, di jurusan apa. Memilih untuk kuliah, pastinya tidak mudah. pertama-tama, sebaiknya sesuaikan jurusan yang dipilih dengan...

CARA MEMBANGKITKAN SEMANGAT BELAJAR

Belajar merupakan proses mencari dan mengetahui suatu ilmu agar wawasan lebih luas sehingga dapat memecahkan berbagai macam masalah. Seringkali proses ini dikaitkan dengan mereka yang berstatus sebagai siswa atau mahasiswa, bukan? Padahal pepatah mengatakan, setiap orang wajib untuk menimba ilmu hingga liang lahat. Hal itu membuktikan bahwa belajar sangatlah penting. Namun disamping semuanya, belajar membutuhkan dukungan penuh dari setiap aspek, termasuk lingkungan dan yang paling penting adalah diri kamu sendiri. Adakalanya kamu merasa begitu semangat, tapi bisa juga malas belajar dan malah membuang waktu dengan melakukan kegiatan lain. Selain terganggu karena kegiatan bermain atau rasa malas menyerang, waktu libur panjang pun menjadi salah satu faktor penyebab semangat belajar kian memudar. Maka dari itu, Bacaterus punya tips agar semangat belajar kamu kian melesat daripada sebelumnya. Berikut 10 tips tersebut yang dirangkum dari berbagai sumber. 10 Tips untuk Membangkitkan Semangat...