Skip to main content

ETIKA BERGAUL ( BERMASYARAKAT )




Etika Bergaul Dalam Kehidupan Bermasyarakat
Etiket adalah aturan sopan santun dalam pergaulan. Mengabaikan sopan santun sering menimbulkan perselisihan atau kesalahpahaman. Etiket merupakan sarana/alat untuk kelancaran dalam pergaulan dan juga membantu dalam mencapai cita-cita kita.



Perbedaan Etiket dan EtikaEtiket: berarti tata cara pergaulan yang baik antara sesama manusia. Berasal dari bahasa Perancis: Etiquette.

Etika: berarti falsafah moral dan merupakan pedoman cara hidup yang benar
dilihat dari sudut budaya, susila dan agama. Berasal dari bahasa latin: Ectica.


Dasar-Dasar Etiket
Sopan dan ramah kepada siapa saja
Memberi perhatian kepada orang lain
Ingin membantu
Memiliki rasa toleransi
Dapat menguasai diri, mengendalikan emosi dalam situasi
Tujuan EtiketSelalu berusaha untuk menyenangkan orang lain.


Manfaat Etiket Dalam Kehidupan Manusia
Membuat seseorang disegani, dihormati, disenangi orang lain
Mendapat kemudahan dalam hubungan baik dengan orang (better human relation)
Memberi keyakinan pada diri sendiri dalam setiap situasi
Dapat memelihara suasana yang baik dilingkungan keluarga, tempat kerja, dan antara teman.


Perbedaan Etiket Timur dan BaratDasar dari peraturan etiket adalah adat istiadat atau tradisi dari daerah dan negara tertentu, yang kadang-kadang berbeda dan bertentangan, seperti:

  • Cara bersalaman
  • Cara menatap mata sewaktu berjabatan tangan
  • Saat memberi sambutan
  • Saat menerima sesuatu (dengan menggunakan tangan kanan).
  • Selain mengetahui etiket bangsa sendiri, sebaiknya juga mengetahui sedikit tentang etiket bangsa-bangsa lain. Sebab hal itu akan melancarkan komunikasi dan kemampuan kita untuk menyesuaikan diri kepada lingkungan tempat kita berada.

Pergaulan adalah interaksi antar individu, bisa bersifat luas yakni pergaulan dengan banyak orang atau "frekuen", yaitu sering bergaul dengan orang lain. Dunia pergaulan identik dengan dunia remaja pada umumnya. Sering kita dengar istilah "kuper", Kurang Pergaulan disebut-sebut. Keterampilan bergaul dapat dilihat sejak kanak-kanak hingga dewasa.Ketika masih kanak-kanak seseorang suka berkenalan dengan cara yang paling sederhana, tersenyum dan menyapa kawan-kawan yang baru dijumpainya, maka seseorang tersebut akan memiliki keterampilan berkenalan, lama kelamaan mulai terlihat bahwa dirinya paling menonjol diantara teman sebayanya. Ini merupakan awal terbentuknya rasa percaya diri dengan dunia pergaulan di lingkungannya, yaitu dunia anak. Sampai saatnya seseorang memasuki dunia remaja dan dewasa, untuk belajar bergaul sesuai dengan usianya, oleh karena pergaulan juga akan membawa kesuksesan di masa yang akan datang.
Etika Dalam Penampilan
Sikap Duduk: Tidak memakan seluruh badan kursi dan tidak bersandar penuh, posisi dada tegak, kedua tangan tidak berada di pegangan kursi, tinggi kaki tidak bersilang, tidak meletakkan tangan di meja lawan bicara
Cara Berjalan: Badan tegak, posisi dagu sejajar dengan lantai, tangan tidak di dalam saku, tidak membungkuk serta Tidak tergesa-gesa atau terlalu lamban
Ekspresi Wajah: Tidak cemberut, memberi perhatian
Cara Berjabat Tangan: Menyentuh dengan mantap, jabat seluruh badan telapak tangan, tidak berkesan ragu
Kontak Mata: Memandang pada batas wajah hingga leher, pandang mata lawan bicara, tidak melirik ke atas dan samping ketika berpikir, beri pandangan yang menyenangkan
Gerak Tangan: Tidak mengangkat tangan ketika berbicara layaknya berpidato, lengan tidak diangkat lebih dari 90 derajat, tidak menunjuk dengan jari ketika memberi penjelasan arah/ tempat, tidak menggerakkan jari ketika berkomunikasi
Senyum: Tidak senyum terlalu leba serta Tidak menunjukkan raut muka sinis, senyum diikuti dengan eye contact dan gerakan kepala.


Etiket Dalam Percakapan (Conversation)Seni pembicaraan adalah bukan mengetahui sesuatu yang harus dikatakan, melainkan sesuatu yang tidak boleh dikatakan.

Hal yang diperlukan untuk dapat berbicara secara efektif:

  • Rasa percaya diri yang kuat
  • Keluwesan dalam pergaulan
  • Mempunyai persepsi yang tepat terhadap keadaan lingkungan dan individu yang terlibat dalam interaksi tersebut
  • Dapat menguasai situasi
  • Mengetahui hasil yang diharapkan dari interaksi.

Hal-hal yang dihindarkan dalam percakapan:
  • Memotong pembicaraan orang lain
  • Memonopoli pembicaraan atau percakapan
  • Membual tentang diri sendiri
  • Membicarakan hal-hal yang dapat menimbulkan pertentangan
  • Pembicaraan tentang penyakit, kematian, dan lain-lain
  • Menanyakan harga barang orang lain
  • Menanyakan masalah yang sifatnya pribadi
  • 8Gosip atau berita yang belum tentu kebenarannya.


Etiket Dalam BekerjaSetiap orang harus menyadari bahwa penghayatan tata krama dalam lingkungan kantor/tempat bekerja adalah amat penting, karena bertujuan:

  • Memelihara suasana yang menyenangkan
  • Menimbulkan rasa saling menghargai
  • Meningkatkan efisiensi kerja
  • Meningkatkan citra pribadi dan citra perusahaan.
Karyawan dan karyawati yang profesional perlu memperhatikan:

  • Penampilan pribadi yang rapi dan bersih (busana, sepatu, wajah, rambut, kuku)
  • Pengendalian sikap tubuh
  • Pengendalian suara
  • Menggunakan bahasa yang baik (lisan maupun tertulis)
  • Memelihara suasana yang formal
  • Menepati janji
  • Menepati waktu.

Menghadap atasan atau pejabat:

  • Berpakaian rapi
  • Ketuk pintu sebelum masuk
  • Ucapkan salam
  • Tunggu atasan atau pejabat mengulurkan tangan
  • Tunggu dipersilahkan duduk
  • Bicara dengan suara yang jelas, tidak terlalu keras tetapi juga tidak terlalu lembut
  • Bicara seperlunya saja
  • Mengakhiri pembicaraan dengan mengucapkan terima kasih
  • Jika atasan tidak mengulurkan tangan, kita cukup membungkukkan badan sedikit.


Cara Menerima Tamu di Kantor atau Tempat Bekerja
Apabila dengan perjanjian, tepat waktu dan apabila keluar kantor harus memberitahukan dan minta maaf apabila akan terlambat
Apabila tamu masuk Anda hendaknya berdiri, senyum dan bersalaman
Bila ada pegawai lain di kantor, Anda perkenalkan selamat datang "Welcome"
Kadang-kadang perlu kontak pribadi (small talk) sebelum berbicara sesuatu. Perlu atau tidak Anda yang menentukan berdasarkan intuisi
Usahakanlah untuk tidak menerima telepon apabila sedang menerima tamu, kecuali terlalu penting dan minta maaf
Layani dengan sopan, ramah dan bersikap membantu
Antar tamu sampai pintu.


Ciri Orang-Orang yang Menghayati Tata Krama Yang Baik
  • Memiliki rasa percaya diri pada waktu menghadapi masyarakat dari tingkat manapun
  • Segala tingkah laku dan ucapannya mencerminkan perhatian kepada orang lain
  • Sopan, ramah, selalu menunjukkan sikap yang menyenangkan kepada siapa saja
  • Dapat menguasai diri, selalu berusaha tidak menyinggung perasaan orang lain, menyakiti atau mengganggu pikiran orang lain
Usahakan tidak membuat kecewa, gusar apalagi membuat marah orang lain, walaupun diri sendiri baru atau sedang dalam keadaan sedih, kesal, lelah atau jenuh.

Comments

Popular posts from this blog

PERENCANAAN KARIR SISWA SMK

Arti dan Pentingnya Perencanaan Karir Memperoleh karir atau pekerjaan yang layak dan sesuai harapan, merupakan salah satu aspek terpenting dalam kehidupan manusia yang sehat, di mana pun dan kapan pun mereka berada. Betapa orang akan merasa sangat susah dan gelisah jika tidak memiliki pekerjaan yang jelas, apalagi kalau sampai menjadi penganggur. Demikian pula banyak orang yang mengalami stres dan frustrasi dalam hidup ini karena masalah pekerjaan. Menggapai karir yang gemilang tidak didapatkan hanya dengan melewati proses semalam. Ia membutuhkan kerja keras, aktualisasi diri yang mendalam, dan kemauan untuk terus belajar. Seorang professional yang berhasil dalam karirnya adalah ia yang telah merintisnya sejak muda. Para praktisi SDM mengatakan, ”Orang yang berhasil pada umumnya akan melakukan analisa serta mengetahui apa yang menjadi tujuan karirnya, apa rencana serta tindakan yang diambil untuk mencapai karir yang diharapkan”. Pengertian Karir Pekerjaan tidak serta merta merupakan ...

PENYESUAIAN DIRI DI SMK

Penyesuaian diri adalah proses bagaimana individu mencapai keseimbangan diri daam memenuhi kebutuhan sesuai dengan lingkungannya. Respon penyesuaian, baik atau buruk secara sederhana dapat dipandang sebagai suatu upaya individu untuk mereduksi taua menjauhi ketegangan dan untuk memelihara kondisi-kondisi keseimbangan yang lebih wajar. Dalam proses penyesuaian itu dapat saja muncul konflik, tekanan, dan frustasi dan individu didorong meneliti berbagai kemungkinan perilaku untuk membebaskan diri dari ketegangan. Elemen-elemen umum dan esensial dalam semua situasi frustasi ialah: motivasi, frustasi, respon yang bervariasi, dan pemecahan untuk mereduksi masalah, ketegangan dengan beberapa bentuk respon. Motivasi mengambil variasi bentuk dan setiap bentuk dapat diarahkan kepada rintangan atau frustasi yang disebabkan oleh beberapa aspek realitas, misalnya: pembatasan orang tua, hambatan fisik, aturan social, dan semacamnya. Individu dikatakan berhasil dalam melakukan penyesuaina diri apabi...